
Pantau - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan fondasi utama dalam tata kelola industri pertambangan nasional.
Pemerintah mendorong perusahaan tambang untuk memperkuat sistem K3 secara konsisten, mulai dari penyusunan kebijakan hingga pelaksanaan di lapangan.
"Keselamatan dan kesehatan kerja bukan sekadar kewajiban regulasi, tetapi merupakan elemen kunci dalam menjaga keberlangsungan operasi pertambangan," ungkap perwakilan Kementerian ESDM.
Target zero fatality disepakati sebagai komitmen bersama seluruh pelaku industri tambang dan diterapkan secara nyata melalui sistem manajemen, pengawasan, dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia.
"Zero fatality bukan slogan. Hal ini diikuti melalui penguatan standar operasional, disiplin kerja, dan kepemimpinan yang berorientasi pada keselamatan," ia mengungkapkan.
K3 Jadi Ukuran Kredibilitas dan Keberlanjutan Industri
Penerapan K3 secara konsisten dinilai sebagai bagian dari good mining practices yang berdampak langsung pada reputasi serta keberlanjutan operasional industri tambang.
Pengamat Environmental, Social, and Governance (ESG) dan keberlanjutan, Jalal, menyampaikan bahwa K3 merupakan indikator penting dalam menilai kualitas tata kelola perusahaan tambang.
Ia menekankan bahwa target zero fatality harus dimaknai sebagai pemicu kehati-hatian tertinggi, bukan sekadar jargon keselamatan.
"Zero fatality adalah target yang menginspirasi tindakan kehati-hatian tertinggi. Ia perlu diterjemahkan ke dalam kebijakan, strategi, program, dan sumber daya yang jelas agar benar-benar terwujud," jelas Jalal.
Jalal juga menyoroti bahwa kredibilitas perusahaan tambang di mata pemangku kepentingan sangat bergantung pada konsistensi antara budaya, kinerja, dan komunikasi K3 hingga ke level tertinggi organisasi.
"Kalau ada yang tidak konsisten, meskipun kebijakan dan strateginya ada, pemangku kepentingan akan melihat komitmen K3 perusahaan sebagai inkonsisten atau bahkan tidak kredibel," ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa dalam kerangka ESG, K3 tidak bisa dipisahkan dari kinerja finansial perusahaan tambang.
Menurutnya, penerapan K3 yang kuat akan berdampak positif terhadap produktivitas pekerja, stabilitas produksi, dan kinerja keuangan perusahaan secara keseluruhan.
- Penulis :
- Arian Mesa







