
Pantau - Anggota Komisi I DPR RI, Syamsu Rizal atau yang akrab disapa Deng Ical, menegaskan bahwa Operasi Militer Selain Perang (OMSP) merupakan instrumen strategis TNI dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan, menjaga stabilitas wilayah, dan melaksanakan program pembangunan nasional, termasuk Program Koperasi Desa Merah Putih.
OMSP Jadi Pilar Pembinaan Wilayah
Deng Ical menjelaskan bahwa OMSP berperan penting dalam penguatan ketahanan nasional berbasis kewilayahan, pembinaan teritorial, serta dukungan terhadap pemerintah daerah.
Menurutnya, OMSP menciptakan kondisi aman dan kondusif bagi aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
"Kami ingin memastikan pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP) berjalan secara optimal. OMSP merupakan bagian penting dari tugas TNI dalam membantu pemerintah, termasuk mendukung berbagai program pembangunan yang menyentuh langsung masyarakat," ungkapnya.
Dalam kerangka OMSP, TNI menjalankan peran nonmiliter dengan fokus pada stabilitas, pencegahan, dan pemberdayaan.
Pendekatan ini memungkinkan TNI hadir secara konstruktif di tengah masyarakat tanpa mengesampingkan profesionalisme dan prinsip tata kelola yang baik.
Koperasi Desa Merah Putih Butuh Dukungan Stabilitas
Program Koperasi Desa Merah Putih disebut sebagai salah satu bentuk konkret program pemerintah yang memerlukan dukungan OMSP, khususnya dalam hal penciptaan rasa aman dan ketertiban wilayah agar program berjalan sesuai perencanaan.
"Koperasi Desa Merah Putih merupakan bagian dari implementasi OMSP di bidang pembinaan teritorial. Dukungan TNI melalui OMSP bertujuan memastikan program ini berjalan tertib, aman, dan sesuai dengan perencanaan yang telah disepakati," jelasnya.
OMSP direalisasikan melalui fungsi pembinaan teritorial, dengan peran Babinsa (Bintara Pembina Desa) sebagai ujung tombak di lapangan.
Babinsa bertugas menjaga stabilitas wilayah, menjalin komunikasi sosial, serta menjadi penghubung antara masyarakat dan program pemerintah.
Deng Ical menekankan bahwa OMSP harus dijalankan secara profesional, terukur, dan akuntabel, serta tidak boleh menyimpang dari standar teknis maupun ketentuan anggaran yang berlaku.
"Dalam OMSP, kami menekankan agar seluruh pelaksanaan kegiatan tetap berpegang pada prinsip efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas. Dukungan TNI tidak boleh menimbulkan distorsi di lapangan maupun kompetisi yang tidak sehat," ia menyampaikan.
Keberhasilan OMSP, lanjutnya, dapat diukur dari terciptanya stabilitas wilayah, meningkatnya kepercayaan masyarakat, serta terjaganya kesinambungan program pembangunan.
Program Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu program yang dinilai mendapat manfaat langsung dari kehadiran OMSP, asalkan dijalankan secara tepat dan proporsional.
- Penulis :
- Gerry Eka







