Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Sepakbola

MilkLife Soccer Challenge Permudah PSSI Cetak Bibit Timnas Sepak Bola Putri Sejak Dini

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

MilkLife Soccer Challenge Permudah PSSI Cetak Bibit Timnas Sepak Bola Putri Sejak Dini
Foto: (Sumber: Pelatih Kepala MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Timo Scheunemann (kiri) memberikan keterangan dalam konferensi pers MLSC Seri 1 2025-2026 di Cijantung, Jakarta Timur, Minggu (23/11/2025). (ANTARA/Aloysius Lewokeda).)

Pantau - Pelatih Kepala MilkLife Soccer Challenge (MLSC), Timo Scheunemann, menyatakan bahwa ajang kompetisi sepak bola putri ini sangat membantu PSSI dalam menyiapkan bibit pemain untuk tim nasional putri Indonesia.

“Saya rasa PSSI memang bagus bekerja sama dengan kami karena memang kami (melalui MLSC ini) memudahkan kerjanya mereka (dalam menyiapkan generasi tim nasional putri),” ungkap Timo.

MLSC merupakan kompetisi sepak bola putri kelompok usia 10 dan 12 tahun yang diselenggarakan secara berkelanjutan sejak tahun 2024.

Kompetisi ini digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife.

Peserta Terus Bertambah, Antusiasme Sekolah Meningkat

Jumlah peserta MLSC terus menunjukkan peningkatan signifikan dari tahun ke tahun.

Seri 1 MLSC Jakarta 2024 diikuti oleh 368 siswi, lalu meningkat menjadi 1.359 siswi pada Seri 2 di bulan November 2024.

Pada MLSC Jakarta 2025 yang digelar April, jumlah peserta naik menjadi 1.601 siswi.

Seri penutup tahun 2025 yang digelar di Kingkong Soccer Arena dan Stadion Atang Sutresna Kopassus, Jakarta, diikuti oleh 2.659 siswi dari 156 SD dan MI.

Timo menyambut baik tingginya antusiasme sekolah terhadap MLSC, yang menandakan bahwa ekosistem sepak bola putri di Indonesia semakin berkembang.

“Para pemain yang bertalenta juga kami arahkan untuk masuk SSB (Sekolah Sepak Bola), tidak hanya SSB putri tapi juga SSB putra,” tambahnya.

Cetak Talenta Muda Menuju Timnas Putri

MLSC tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menyediakan program latihan ekstra untuk pemain terbaik dari tiap kota.

Para pemain terpilih ini akan mendapatkan pelatihan lebih intensif menjelang MLSC All Star yang akan diselenggarakan pada Juni 2026 di Kudus, Jawa Tengah.

Timo menjelaskan bahwa banyak pemain dari MLSC kini juga tampil di kompetisi Hydroplus League, yang menunjukkan bahwa ekosistem pembinaan sudah mulai terbentuk secara nyata.

“Jadi siapa pun pelatihan yang di tim nasional U-16, U-17, akan mendapatkan pekerjaan yang dimudahkan oleh kami,” jelasnya.

Talenta dari MLSC akan menjalani proses seleksi bertahap secara berkelanjutan sebagai bagian dari jalur pembinaan menuju tim nasional sepak bola putri Indonesia.

Timo sendiri memiliki pengalaman melatih Timnas Indonesia U-16 Putri pada ajang ASEAN U-16 Girls Championship 2025.

Penulis :
Gerry Eka