
Pantau - Pelatih baru Timnas Indonesia John Herdman mengaku tidak takut dengan tekanan besar yang menyertai tugasnya memimpin tim Garuda.
Pernyataan tersebut disampaikan John Herdman dalam jumpa pers pertamanya di Hotel Mulia, Jakarta.
John Herdman menilai tekanan sebagai bagian dari tanggung jawab ketika memimpin sebuah tim nasional.
"Iya, tekanan itu sebuah keistimewaan. Anda datang ke sebuah organisasi, Anda memimpin sebuah tim, lalu Anda juga memikul negara ini," ungkap John Herdman.
Ia memandang tekanan dari sudut pandang yang berbeda karena dapat menjadi energi positif bagi tim.
John Herdman menyebut tekanan bisa menjadi kutukan atau justru anugerah tergantung bagaimana cara menyikapinya.
Ia menilai dukungan besar dari para pendukung dapat dioptimalkan untuk meningkatkan performa tim.
"Sekarang, itu bisa jadi sebuah kutukan atau sebuah anugerah. Kita akan mengoptimalisasikan itu menjadi sebuah anugerah untuk kita semua. Akan jadi sebuah kesempatan yang besar jika saya melanjutkannya dan memberikannya kepada para pemain," katanya.
John Herdman menegaskan dirinya memahami tekanan sepak bola internasional berdasarkan pengalamannya bersama Kanada.
Ia menyebut keberhasilan membawa Kanada lolos ke Piala Dunia menjadi pembelajaran penting dalam mengelola ekspektasi publik.
"Ketika sebuah negara terhenti dan lolos untuk pertama kalinya, saya menikmati momen itu. Jadi, saya paham akan hal itu. Saya akan mengatakan kepada para pemain bahwa tekanan itu sebuah anugerah. Kita akan mendengar para fans, kita akan menggunakan energi mereka," ujarnya.
Timnas Indonesia diketahui gagal lolos ke Piala Dunia 2026 setelah kalah dua kali dari Arab Saudi dan Irak pada babak kualifikasi putaran keempat pada Oktober tahun lalu.
Saat itu, Timnas Indonesia masih dilatih oleh Patrick Kluivert yang kontraknya kemudian diputus setelah bekerja selama 10 bulan sejak Januari.
Kesempatan Indonesia untuk kembali mengejar tiket Piala Dunia terbuka pada edisi berikutnya yang akan digelar di Maroko, Portugal, Spanyol, Uruguay, Argentina, dan Paraguay.
John Herdman menegaskan bahwa lolos ke Piala Dunia tidak dapat dicapai dalam waktu singkat.
Ia mencontohkan Kanada yang membutuhkan waktu 36 tahun untuk kembali tampil di Piala Dunia setelah dirinya mulai melatih pada 2018.
"Saya akan mengatakan kepada para fans bahwa lolos ke Piala Dunia itu tidak bisa terjadi dalam satu malam. Itu membutuhkan 36 tahun untuk bisa melangkah ke sana," kata John Herdman.
Ia menilai Indonesia telah mengambil langkah besar dalam perjalanan sepak bolanya dan kini perlu melangkah ke tahap berikutnya.
"Untuk Indonesia, mereka mengambil langkah yang besar terakhir ini, dan kita harus melangkah ke tahap selanjutnya, dan kita akan melakukannya. Jadi, komitmen saya bahwa tekanan itu sesuatu yang akan membuat kami, mengarahkan kami, untuk bisa memastikan bahwa kami bisa ke momen itu untuk negara ini," ujarnya.
John Herdman juga mengungkapkan motivasi pribadinya menerima tantangan melatih Timnas Indonesia.
"Itulah mengapa saya datang ke sini, sebuah kesempatan yang di mana menjadi alasan saya bangun dari kasur saya tiap hari," kata John Herdman.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Ahmad Yusuf







