
Pantau - Kabar duka menyelimuti dunia sepak bola nasional setelah legenda Arema FC sekaligus asisten pelatih tim, Kuncoro, meninggal dunia pada Minggu sore usai mengikuti laga amal dalam rangka peringatan 100 Tahun Stadion Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, mengungkapkan rasa kehilangan mendalam atas kepergian Kuncoro.
"Kami semua sangat syok dan terpukul. Cak Kun memulai karier profesionalnya di Stadion Gajayana. Hari ini Allah memanggilnya pulang di stadion yang sama, tepat di momen 100 tahun stadion ini", ungkap Yusrinal.
Kronologi dan Dugaan Penyebab Meninggalnya
Menurut manajemen Arema FC, Kuncoro diduga meninggal dunia akibat serangan jantung.
Peristiwa bermula saat Kuncoro menyelesaikan babak pertama pertandingan bersama sejumlah legenda Arema lainnya seperti Siswantoro, Hermawan, dan Doni Suherman.
Usai babak pertama, ia berjalan ke bangku cadangan untuk beristirahat.
Tak berselang lama, Kuncoro ambruk dan pingsan di area bangku pemain cadangan.
Tim medis serta perangkat pertandingan segera memberikan pertolongan pertama di lokasi.
Namun, kondisi Kuncoro tidak menunjukkan tanda-tanda membaik.
Ia kemudian dilarikan ke RSUD Saiful Anwar, Malang, untuk mendapat perawatan intensif.
Sayangnya, tim medis menyatakan Kuncoro meninggal dunia di rumah sakit.
Sosok yang Dikenang dan Doa dari Manajemen Klub
Yusrinal mengenang Kuncoro sebagai sosok berdedikasi tinggi kepada Arema FC, berkepribadian hangat, humoris, tegas, dan setia kawan.
Manajemen Arema FC mengajak seluruh pihak untuk mendoakan almarhum.
"Selamat jalan legenda, loyalitasmu abadi. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan", tulis manajemen klub dalam pernyataannya.
- Penulis :
- Gerry Eka








