
Pantau - Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva dari Partai Pekerja (PT) memenangkan pemilihan presiden putaran kedua pada 25 Oktober 2026 setelah mengalahkan senator Flavio Bolsonaro, di tengah menguatnya pengaruh kelompok politik kanan jauh di sejumlah negara Amerika dan Eropa.
Kemenangan Lula menjadi perhatian internasional karena pemilihan presiden Brasil berlangsung ketika sejumlah negara mengalami pergeseran kekuatan politik ke kelompok kanan.
Hasil pemilihan tersebut memastikan Lula kembali memperoleh mandat untuk memimpin Brasil setelah menghadapi persaingan dengan Flavio Bolsonaro.
Lula menyampaikan pernyataan kepada publik di Sao Paulo, Brasil, pada Minggu (25/10/2026), setelah mengetahui hasil pemilihan presiden putaran kedua.
Dalam kesempatan tersebut, Lula didampingi istrinya, Rosangela da Silva, serta Wakil Presiden Geraldo Alckmin.
Lula Kalahkan Flavio Bolsonaro dalam Pilpres Putaran Kedua
Pemilihan presiden Brasil 2026 mempertemukan Lula da Silva yang berasal dari Partai Pekerja dengan senator Flavio Bolsonaro.
Persaingan keduanya menarik perhatian karena mewakili perbedaan arah politik dalam perkembangan demokrasi Brasil.
Lula dikenal sebagai tokoh politik kiri, sementara Bolsonaro berada dalam kelompok politik kanan.
Kemenangan Lula memastikan Partai Pekerja tetap memegang kekuasaan pemerintahan Brasil.
Hasil tersebut juga menjadi perkembangan penting dalam peta politik Amerika Selatan yang mengalami sejumlah perubahan dalam beberapa tahun terakhir.
Pemilihan presiden Brasil berlangsung ketika sejumlah negara di kawasan Amerika Latin telah memilih pemerintahan dengan orientasi politik kanan.
Politik Kanan Menguat di Sejumlah Negara Amerika Latin
Perkembangan politik di Amerika Latin menunjukkan adanya pergeseran kekuasaan menuju kelompok kanan sejak 2025.
Dalam periode April 2025 hingga Juni 2026, lima negara di kawasan Amerika tercatat mengalami perubahan arah politik ke kanan.
Kelima negara tersebut adalah Ekuador, Bolivia, Honduras, Chile, dan Kolombia.
Sementara itu, Peru, Argentina, dan El Salvador disebut mengalami penguatan orientasi politik kanan yang sebelumnya telah berkembang di masing-masing negara.
Perubahan tersebut menjadi bagian dari konteks politik regional yang menyertai pelaksanaan pemilihan presiden Brasil.
Namun, kemenangan Lula menunjukkan bahwa perubahan arah politik tidak berlangsung seragam di seluruh negara Amerika Latin.
Kelompok Kanan Jauh Juga Menguat di Eropa
Selain Amerika Latin, kelompok politik kanan jauh mengalami peningkatan pengaruh di sejumlah negara Eropa.
Salah satu perkembangan yang menjadi perhatian adalah kemenangan partai Alternatif untuk Jerman (AfD) dalam pemilihan daerah di negara bagian Saxony-Anhalt.
Keberhasilan AfD menjadi salah satu contoh meningkatnya dukungan terhadap partai berhaluan kanan jauh di kawasan tersebut.
Meski demikian, tidak seluruh pemerintahan yang berorientasi kanan jauh mampu mempertahankan kekuasaannya.
Di Hungaria, Viktor Orban dari koalisi Fidesz-KDNP kehilangan jabatan perdana menteri setelah dikalahkan Partai Tisza.
Partai Tisza sendiri juga berada dalam spektrum politik kanan, sehingga perubahan pemerintahan di Hungaria tidak serta-merta menunjukkan pergeseran ke kelompok kiri.
Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa persaingan politik di Eropa berlangsung di antara berbagai kelompok dengan orientasi yang berbeda.
Perbedaan Politik Kanan dan Kiri dalam Persaingan Kekuasaan
Dalam spektrum politik, kelompok kanan dan kiri memiliki perbedaan pandangan mengenai peran pemerintah, kebijakan ekonomi, serta distribusi kekuasaan.
Kelompok kanan secara umum lebih menekankan pembatasan campur tangan pemerintah dalam kegiatan ekonomi dan memberikan ruang lebih besar kepada sektor swasta.
Sebaliknya, kelompok kiri cenderung mendukung peran pemerintah yang lebih luas dalam penyediaan layanan publik dan program kesejahteraan sosial.
Dalam kebijakan perpajakan, sebagian kelompok kanan mendorong penurunan pajak dan pelonggaran regulasi usaha.
Sementara itu, sebagian kelompok kiri mendukung perpajakan progresif dan penguatan regulasi untuk membiayai program sosial.
Namun, posisi politik kanan dan kiri mencakup beragam pandangan yang dapat berbeda antara satu negara dan negara lainnya.
Istilah kanan jauh atau far-right digunakan untuk menggambarkan kelompok yang berada pada ujung kanan spektrum politik.
Kemenangan Lula Menjadi Perhatian dalam Peta Politik Global
Hasil pemilihan presiden Brasil menambah perkembangan politik yang berbeda dari kecenderungan penguatan kelompok kanan di sejumlah negara.
Di tengah perubahan pemerintahan di Amerika Latin dan Eropa, Lula berhasil mempertahankan dukungan elektoral untuk kembali memimpin Brasil.
Kemenangan tersebut juga memperpanjang peran Partai Pekerja dalam pemerintahan negara terbesar di Amerika Selatan itu.
Perhatian internasional terhadap hasil pemilihan Brasil berkaitan dengan pengaruh negara tersebut dalam politik regional maupun global.
Dengan berakhirnya pemilihan presiden putaran kedua, Lula memperoleh mandat baru untuk menjalankan pemerintahan Brasil di tengah dinamika politik internasional yang terus berubah.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




