
Pantau - Dengan kemampuan untuk mensimulasikan situasi nyata, terapi VR (virtual reality) tidak hanya membantu individu mengatasi gangguan kecemasan dan fobia, tetapi juga memberikan pengalaman yang lebih mendalam dalam memproses trauma.
Menurut Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Tual, dengan situs pafipctual.org, teknologi VR telah digunakan dalam berbagai terapi fisik dan mental dengan hasil yang menjanjikan.
Dalam konteks terapi fisik, VR dapat digunakan untuk membantu pasien yang sedang menjalani rehabilitasi pasca cedera atau operasi. Misalnya, pasien yang mengalami cedera tulang atau sendi dapat menggunakan VR untuk melatih gerakan tubuh mereka dalam lingkungan yang aman dan terkendali.
Dengan menggunakan simulasi VR, pasien dapat melakukan latihan fisik secara bertahap sesuai dengan tingkat kemampuan mereka, yang membantu meningkatkan mobilitas dan kekuatan otot tanpa risiko cedera lebih lanjut.
Berikut ini adalah manfaat terapi teknologi VR dalam bidang medis dan kesehatan.
1.Terapi Kognitif
Dalam terapi kognitif, VR digunakan untuk membantu pasien yang menderita PTSD, kecemasan, dan fobia. Dengan simulasi yang aman dan terkendali, pasien dapat berlatih menghadapi situasi yang memicu stres mereka.
2.Pengobatan Kecanduan
VR membantu dalam pengobatan kecanduan dengan menciptakan lingkungan simulasi di mana pasien dapat belajar mengendalikan dorongan mereka dan mengembangkan keterampilan koping dalam situasi yang memicu kecanduan.
3.Simulasi Operasi
Ahli bedah dapat menggunakan VR untuk merencanakan dan mempraktikkan operasi yang kompleks sebelum melakukannya pada pasien sebenarnya. Ini membantu meningkatkan akurasi dan mengurangi risiko kesalahan selama prosedur.
4.Dukungan Kesehatan Mental
VR digunakan dalam terapi kesehatan mental untuk memberikan dukungan emosional, meditasi, dan relaksasi. Ini membantu mengurangi stres, kecemasan, dan gejala depresi pada pasien.
5.Pendidikan Pasien
VR memungkinkan pasien untuk memahami kondisi medis mereka dengan lebih baik melalui simulasi 3D dari penyakit atau prosedur yang akan mereka jalani. Ini membantu meningkatkan komunikasi antara dokter dan pasien.
6.Pengujian Farmasi
VR digunakan dalam penelitian farmasi untuk mensimulasikan bagaimana obat akan bekerja dalam tubuh sebelum diujicobakan pada manusia. Ini mempercepat proses pengembangan obat yang aman dan efektif.
7.Peningkatan Mobilitas
Pasien dengan gangguan mobilitas dapat menggunakan VR untuk melatih gerakan dalam lingkungan virtual yang aman, membantu mereka meningkatkan keseimbangan, koordinasi, dan kekuatan otot.
Baca : Tren Teknologi VR dan AR: Masa Depan Hiburan dan Pendidikan
- Penulis :
- Annisa Indri Lestari
- Editor :
- Fithrotul Uyun




