Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Menkop Ferry Juliantono Dorong Percepatan Modal untuk Koperasi GLB yang Ekspor Kopi Rp77,6 Miliar

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Menkop Ferry Juliantono Dorong Percepatan Modal untuk Koperasi GLB yang Ekspor Kopi Rp77,6 Miliar
Foto: Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono saat meninjau ekspor kopi oleh Koperasi Gunung Luhur Berkah (GLB) sebanyak lima kontainer dengan volume 96 ton ke Aljazair di Kampung Leuwinutug, Cisalak, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Sabtu 17/1/2026 (sumber: Kementerian Koperasi)

Pantau - Menteri Koperasi dan UKM (Menkop) Ferry Juliantono menginstruksikan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) untuk mempercepat pencairan pinjaman modal bagi Koperasi Gunung Luhur Berkah (GLB) Subang, menyusul keberhasilan koperasi tersebut mengekspor kopi senilai Rp77,6 miliar.

Keberhasilan Ekspor Kopi Jadi Pemicu

Instruksi percepatan pembiayaan disampaikan Ferry setelah Koperasi GLB mencetak nilai ekspor sebesar Rp77,6 miliar.

Ekspor tersebut dilakukan melalui pengiriman lima kontainer kopi dengan volume 96 ton ke Aljazair.

Ferry menilai pencapaian ini tidak lepas dari kontribusi banyak pihak.

"Berkat banyak pihak Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah ini bisa menjadi eksportir dan naik kelas mendunia. Yang bangga bukan hanya Subang tapi ini menjadi kebanggaan nasional," ungkapnya.

Menurutnya, penguatan permodalan dari LPDB sangat penting agar koperasi bisa memperluas pasar global dan memperkuat rantai produksi nasional.

Ferry juga menekankan pentingnya koperasi kembali ke sektor produktif sebagaimana amanat Pasal 33 UUD 1945.

"Presiden Prabowo ingin supaya negara hadir lagi untuk mengatur, supaya sistem praktik arah perekonomian kita kembali ke konstitusi kita. Ini pesan yang ingin saya sampaikan sebagai bentuk penerjemahan," ia mengungkapkan.

Ia menyebut ekspor kopi oleh Koperasi GLB adalah bentuk nyata dari visi Presiden Prabowo dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui sektor produksi dan industri.

Koperasi GLB Jadi Role Model Nasional

Ketua Koperasi GLB, Miftahudin Shaf, mengungkapkan bahwa tren ekspor kopi dari kaki Gunung Luhur terus meningkat.

"Dalam periode 2024 hingga 2025, kami telah mengekspor sebanyak 964,2 ton kopi ke enam negara. Nilai transaksinya mencapai lebih dari 4,6 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp77.657.200.000," jelasnya.

Saat ini, Koperasi GLB telah menjadi tulang punggung ekonomi Desa Cisalak, Subang.

Koperasi tersebut mengelola lahan seluas 1.589 hektare, dengan produksi yang melibatkan 450 anggota dan menyerap sedikitnya 1.200 tenaga kerja lokal.

Ferry berharap kesuksesan GLB dapat menjadi contoh bagi koperasi lain di Indonesia agar tidak hanya berkutat pada sektor konsumsi.

Pemerintah, lanjutnya, mendorong koperasi untuk berani masuk ke sektor industri dan bersaing di pasar internasional.

Dukungan pembiayaan negara yang tepat sasaran diharapkan bisa mempercepat transformasi tersebut.

Penulis :
Leon Weldrick