
Pantau - Percepatan digitalisasi di Indonesia terus berkembang di dua sektor utama, yaitu pendidikan dan rumah tangga, yang sama-sama memerlukan koneksi internet stabil sebagai tulang punggung aktivitas harian.
Pemerintah menargetkan 300 ribu sekolah memiliki akses internet pada akhir 2025, sebagai bagian dari transformasi pendidikan berbasis teknologi.
Data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menunjukkan bahwa sebanyak 288.865 sekolah ditetapkan sebagai target digitalisasi pembelajaran pada 2025, mencakup distribusi perangkat dan konten digital.
Di sisi lain, rumah tangga mulai mengadopsi konsep smart living dengan meningkatnya penggunaan perangkat Internet of Things (IoT) seperti televisi pintar, CCTV otomatis, dan lampu digital.
Digitalisasi Pendidikan Dorong Kebutuhan Internet Andal
Transformasi pembelajaran digital di Indonesia mencakup penyediaan jaringan internet, perangkat digital, dan konten pembelajaran untuk mendukung proses belajar mengajar.
Namun, tantangan masih ada dengan 27.650 satuan PAUD yang belum memiliki akses internet dan 3.323 sekolah yang belum memiliki jaringan listrik.
Kondisi ini menjadikan akses internet sebagai prasyarat utama bagi pelaksanaan kelas digital, pembelajaran virtual, hingga penggunaan kecerdasan buatan (AI) di ruang kelas.
Biznet sebagai perusahaan infrastruktur digital menghadirkan layanan Biznet EducationNET yang menyediakan koneksi internet 24 jam dengan bandwidth dedicated 1:1 untuk sekolah.
Layanan ini juga dilengkapi titik hotspot gratis di area seperti perpustakaan, aula, dan kantin agar siswa tetap terhubung di luar jam belajar.
Jaringan Biznet mengandalkan kabel fiber optik dan kabel bawah laut guna memastikan koneksi tetap stabil meskipun banyak perangkat digunakan secara bersamaan.
"Dengan mampu beradaptasi dalam perkembangan teknologi, sektor pendidikan bisa terus tumbuh dan menciptakan peluang lebih baik bagi pengajar maupun pelajar," ujar pihak Biznet.
Makarius Giri Pamungkas, pengajar di Kolese Kanisius Jakarta, menyampaikan perubahan besar sejak pandemi.
"Dulu semua dalam bentuk buku. Pembelajaran sangat bergantung pada buku. Setelah pandemi, guru dituntut berinteraksi dengan siswa secara online dan mengelola kelas virtual," ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa kini sekolah menekankan pemahaman teknologi dan AI sebagai bagian dari kehidupan siswa.
"Anak-anak perlu punya kebijaksanaan dalam menggunakan media digital agar bisa tumbuh sebagai pembelajar yang utuh," katanya.
Rumah Tangga Bertransformasi Menuju Smart Living
Transformasi digital juga terjadi di rumah tangga, yang kini mengandalkan perangkat IoT untuk mendukung kehidupan sehari-hari.
Menurut Kementerian Komunikasi dan Informatika, terdapat peningkatan 142 persen dalam penggunaan perangkat IoT rumah tangga dalam empat tahun terakhir.
Koneksi internet yang andal menjadi kunci agar perangkat pintar seperti AC otomatis, CCTV, dan lampu digital dapat bekerja optimal secara bersamaan.
Melalui layanan Biznet Home, Biznet menyediakan internet WiFi berkecepatan tinggi untuk rumah dan apartemen dengan kecepatan unggah dan unduh simetris.
"Kunci utama dari smart living bukan hanya perangkat canggih. Koneksi internet yang andal dan stabil menjadi faktor penentu agar perangkat IoT bekerja optimal," ungkap pihak Biznet.
Biznet Home juga menggunakan jaringan fiber optik dan kabel bawah laut untuk menjaga performa jaringan, khususnya di rumah tangga yang memiliki banyak perangkat aktif.
Layanan ini mencakup internet ultra cepat dan TV interaktif kualitas 4K.
"Layanan Biznet Home menghadirkan bandwidth besar dengan harga lebih terjangkau agar rumah tangga dapat menjalankan konsep smart living secara maksimal," tambah Biznet.
Integrasi Konektivitas Sekolah dan Rumah Tangga
Sekolah kini menerapkan pembelajaran digital dan kelas virtual, sementara rumah tangga membutuhkan internet stabil untuk mendukung pembelajaran anak, aktivitas kerja dari rumah, hingga hiburan digital.
Integrasi ini menunjukkan bahwa digitalisasi pendidikan dan rumah tangga tidak lagi berjalan secara terpisah.
Pendidikan memerlukan akses terhadap informasi, aplikasi belajar, konferensi video, dan sumber belajar digital.
Sementara itu, rumah tangga membutuhkan jaringan yang mampu mendukung aktivitas digital anak serta anggota keluarga lainnya secara bersamaan.
Permintaan terhadap koneksi internet yang andal, stabil, dan mampu mendukung banyak perangkat sekaligus pun terus meningkat.
Biznet melalui layanan EducationNET dan Biznet Home memposisikan diri sebagai penyedia solusi digital dengan dukungan jaringan fiber optik dan kabel bawah laut.
Transformasi digital di sekolah dan rumah tangga berlangsung secara paralel dan saling mendukung.
Infrastruktur internet menjadi pilar utama dalam mendorong pemanfaatan teknologi yang kian meluas di berbagai aspek kehidupan.
Pemerintah memperluas cakupan akses internet ke sekolah, sementara sektor swasta turut berperan dalam pemerataan digitalisasi dengan menyediakan layanan dan infrastruktur yang mumpuni.
- Penulis :
- Gerry Eka







