Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Teknologi & Sains

Meta Dikabarkan Akan Tambahkan Fitur Pengenalan Wajah pada Kacamata Pintar Tahun Ini

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Meta Dikabarkan Akan Tambahkan Fitur Pengenalan Wajah pada Kacamata Pintar Tahun Ini
Foto: (Sumber: Arsip Foto - Tampilan kacamata pintar yang dikembangkan Meta bersama Ray-Ban. Meta)

Pantau - Meta diwartakan berencana menambahkan fitur pengenalan wajah pada produk kacamata pintarnya paling cepat tahun ini menurut laporan The New York Times yang dimuat Sabtu, 14 Februari 2026 pukul 14.00 WIB dengan waktu baca sekitar dua menit.

Berdasarkan siaran TechCrunch pada Jumat, 13 Februari, fitur tersebut secara internal disebut "Name Tag".

Fitur "Name Tag" memungkinkan pengguna kacamata pintar mengidentifikasi orang dan memperoleh informasi tentang orang tersebut melalui asisten kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) milik Meta.

Laporan The New York Times menyebutkan bahwa rencana Meta untuk menambahkan fitur pengenalan wajah pada kacamata pintar masih dapat berubah sewaktu-waktu.

Sejak tahun lalu, Meta telah mempertimbangkan berbagai cara untuk merilis fitur tersebut.

Fitur pengenalan wajah dinilai memiliki risiko terkait keselamatan dan privasi pengguna.

Berdasarkan memo internal perusahaan, Meta awalnya berencana merilis "Name Tag" bagi peserta konferensi penyandang tunanetra sebelum meluncurkannya ke publik.

Namun, rencana peluncuran awal kepada peserta konferensi tersebut tidak terealisasi.

Dalam dokumen internal perusahaan tertulis, "Kami akan meluncurkan dalam lingkungan politik yang dinamis di mana banyak kelompok masyarakat sipil yang biasanya mengkritik kami tengah memfokuskan sumber daya mereka pada isu lain," yang menunjukkan pertimbangan situasi politik dalam strategi peluncuran.

Meta pernah mempertimbangkan penambahan teknologi pengenalan wajah pada versi pertama kacamata pintar Ray-Ban pada tahun 2021.

Rencana pada tahun 2021 tersebut dibatalkan karena adanya tantangan teknis serta pertimbangan etika.

Perusahaan diwartakan kembali menghidupkan rencana penambahan fitur pengenalan wajah setelah hubungan antara pemerintahan Presiden Donald Trump dan perusahaan-perusahaan teknologi besar membaik.

Keberhasilan lini kacamata pintar Meta di pasar juga menjadi salah satu faktor pendorong dihidupkannya kembali rencana tersebut.

Penulis :
Aditya Yohan