
Pantau - Kepala Basarnas Mohammad Syafii menyatakan Indonesia tengah mempersiapkan peningkatan klasifikasi tim Indonesia Search and Rescue (INASAR) dari level medium menuju heavy menjelang penilaian ulang oleh INSARAG tahun ini.
"Iya, tentu dipersiapkan, mohon doanya saja, kita memang tahun ini akan di-currency oleh INSARAG," ujar Mohammad Syafii.
Secara kompetensi personel, tim INASAR dinilai telah memenuhi standar internasional dan sebelumnya ditempatkan pada level medium atau tingkat dua.
Catatan utama untuk naik ke level heavy atau tingkat satu adalah peningkatan sarana dan prasarana pendukung yang menjadi syarat penilaian.
Syafii mengatakan, "INSARAG sudah memberikan warning terkait dengan kompetensi tim INASAR atau tim SAR yang ada di Indonesia, sebenarnya sudah tidak ada masalah, tinggal sarana-prasarana yang perlu ditingkatkan untuk bisa naik ke heavy cuma masalah itu saja," ungkapnya.
Peningkatan klasifikasi dinilai penting untuk memperkuat posisi Indonesia dalam forum internasional serta menjaga reputasi tim SAR nasional, khususnya di kawasan Asia Pasifik.
Apabila INASAR naik ke level tingkat satu, Indonesia dapat berkontribusi dalam operasi SAR di banyak negara di Eropa dan Amerika.
Saat ini, kontribusi INASAR masih terbatas pada operasi SAR di negara dengan level yang sama, seperti misi penanganan gempa bumi di Myanmar dan Turki beberapa tahun lalu.
Basarnas sebelumnya melaporkan bahwa posisi SAR Indonesia turun ke peringkat delapan Asia Pasifik pada 2025 berdasarkan audit organisasi internasional seperti International Maritime Organization, International Civil Aviation Organization, dan INSARAG.
Syafii mengingatkan bahwa apabila persyaratan penambahan sarana dan prasarana tidak terpenuhi, status medium class INASAR berpotensi dicabut dan dapat memengaruhi posisi diplomasi Indonesia di tingkat internasional.
Basarnas berharap dukungan DPR RI, khususnya Komisi V, agar penguatan sarana dan prasarana dapat segera direalisasikan.
Dukungan tersebut dinilai penting mengingat Indonesia sebagai negara kepulauan di lingkar cincin api Pasifik membutuhkan layanan SAR berstandar global.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







