Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Khofifah Jajaki Kerja Sama Sister Province Jatim–Samarkand untuk Perkuat Hubungan Bilateral

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Khofifah Jajaki Kerja Sama Sister Province Jatim–Samarkand untuk Perkuat Hubungan Bilateral
Foto: (Sumber: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat menerima Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia dan ASEAN Oybek Eshonov di Surabaya. ANTARA/HO-Biro Adpim Jatim)

Pantau - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjajaki kerja sama sister province antara Provinsi Jawa Timur dan Kota Samarkand, Uzbekistan, guna memperkuat hubungan bilateral di bidang perdagangan, pendidikan, kebudayaan, dan jejaring masyarakat, Sabtu, 14 Februari 2026 pukul 14.51 WIB.

“Selamat datang di Jawa Timur, His Excellency Bapak Oybek. Beliau menyampaikan harapan kemungkinan kita bisa melakukan penandatanganan kerja sama sister province antara Jawa Timur dengan Samarkand,” ujar Khofifah saat menerima Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia dan ASEAN Oybek Eshonov di Surabaya.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur saat ini menempuh proses administrasi dan perizinan melalui koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia sebelum protokol kerja sama ditandatangani dan diajukan untuk persetujuan DPRD Jawa Timur.

Penandatanganan direncanakan bertepatan dengan kunjungan Gubernur Samarkand ke Jawa Timur pada 4–7 April mendatang.

Khofifah menekankan adanya kedekatan historis dan spiritual antara Jawa Timur dan Samarkand.

“Jawa Timur dan Samarkand ini punya hubungan spiritual dan keagamaan yang erat. Dari pondok pesantren kita, banyak sekali kunjungan religi ke makam dari Syekh Imam Bukhari karena mereka banyak mengkaji hadits Imam Bukhari. Sekarang pun rombongan dari Pesantren Ploso Kediri dipimpin langsung oleh Kiai Nurul Huda juga sedang berada di Samarkand,” katanya.

Ia juga menyebut salah satu Wali Songo, Syekh Maulana Malik Ibrahim, diyakini berasal dari wilayah Asia Tengah termasuk Samarkand.

“Bukan itu saja, Wali Songo di Jawa Timur juga ada yang berasal dari Samarkand, yaitu Syekh Maulana Malik Ibrahim. Jadi pada dasarnya, kita juga membangun kekuatan spiritualitas dari perspektif budaya dalam hubungan Indonesia-Uzbekistan, khususnya Jawa Timur-Samarkand,” ujarnya.

Dari sisi perdagangan, nilai ekspor nonmigas Jawa Timur ke Uzbekistan periode Januari–Oktober 2025 mencapai 9,36 juta dolar AS dengan tren pertumbuhan positif lima tahun terakhir.

Komoditas ekspor utama meliputi lemak dan minyak nabati, produk makanan olahan, sabun dan preparat pembersih, serta kertas dan karton.

Nilai impor Jawa Timur dari Uzbekistan tercatat 43,06 juta dolar AS dengan komoditas utama berupa pupuk untuk mendukung sektor pertanian.

“Terima kasih, Bu Gubernur, yang telah mengatur pertemuan ini. Gubernur Samarkand menyampaikan salam hormat. Tadi kita sudah berdiskusi dan banyak hal yang kita bicarakan. Mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk kedua belah pihak dan semoga mempererat hubungan kami,” kata Duta Besar Uzbekistan Oybek Eshonov.

Penulis :
Ahmad Yusuf