Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Ketegangan Selat Hormuz Memanas, IMO Desak Solusi Diplomatik dan Evakuasi 20.000 Pelaut

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Ketegangan Selat Hormuz Memanas, IMO Desak Solusi Diplomatik dan Evakuasi 20.000 Pelaut
Foto: Sekretaris Jenderal Organisasi Maritim Internasional (IMO) Arsenio Dominguez saat konferensi pers yang diadakan di markas besar IMO di London, 23 Januari 2026 (sumber: Xinhua/IMO)

Pantau - Sekretaris Jenderal Organisasi Maritim Internasional (IMO) Arsenio Dominguez menegaskan bahwa krisis di Selat Hormuz tidak dapat diselesaikan hanya dengan pendekatan militer dan membutuhkan deeskalasi serta solusi maritim yang praktis dan netral.

Seruan Diplomasi dan Koridor Kemanusiaan

Pernyataan tersebut disampaikan Dominguez dalam pertemuan virtual yang diselenggarakan oleh Kantor Urusan Luar Negeri, Persemakmuran, dan Pembangunan Inggris yang dihadiri lebih dari 40 menteri luar negeri dari berbagai negara.

Dalam forum itu, ia memaparkan berbagai langkah yang sedang dilakukan IMO sekaligus mendesak negara-negara untuk memperkuat upaya diplomatik guna meredakan ketegangan.

Salah satu fokus utama yang disoroti adalah evakuasi sekitar 20.000 pelaut yang saat ini terdampar di wilayah Teluk Persia akibat eskalasi konflik.

Dominguez menyerukan pembentukan koridor kemanusiaan untuk mempercepat bantuan darurat serta memastikan keselamatan para pelaut.

"Yang sangat dibutuhkan saat ini adalah keterlibatan diplomatik, solusi yang praktis dan netral, serta tindakan internasional yang terkoordinasi," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa respons yang terfragmentasi tidak lagi memadai untuk mengatasi situasi yang semakin kompleks di kawasan tersebut.

Langkah IMO dan Dampak Konflik

IMO mengusulkan kerangka evakuasi maritim berbasis kerja sama antarnegara pesisir yang mencakup jaminan keamanan dan koordinasi operasional.

Kerangka tersebut bertujuan untuk membebaskan kapal-kapal yang terjebak, memungkinkan pergantian awak kapal secara aman, serta mencegah terjadinya bencana lingkungan.

Sejak konflik pecah pada 28 Februari akibat operasi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, IMO mencatat telah terjadi 21 serangan terhadap kapal komersial.

Serangan-serangan tersebut menyebabkan 10 pelaut meninggal dunia dan sejumlah lainnya mengalami luka serius.

Dalam rapat luar biasa Dewan IMO pada 18 hingga 19 Maret, organisasi ini mengambil sejumlah langkah penting untuk merespons krisis.

Langkah-langkah tersebut meliputi pembahasan jalur aman evakuasi dengan negara terkait, pelibatan negara regional untuk mengamankan jalur pasokan, serta fasilitasi akses kemanusiaan.

IMO juga meningkatkan pertukaran informasi dan koordinasi dengan industri serta memperkuat pengumpulan dan verifikasi data terkait insiden maritim.

Selain itu, IMO turut berkontribusi dalam gugus tugas khusus PBB untuk Selat Hormuz yang bertujuan menangani kebutuhan kemanusiaan melalui mekanisme teknis yang terkoordinasi.

Penulis :
Arian Mesa