
Pantau - Gubernur Bank Italia Fabio Panetta menyatakan pemulihan produksi energi global akan memakan waktu meskipun konflik di Timur Tengah berakhir.
Ia mengatakan, "Selain pemulihan kapasitas produksi, dibutuhkan waktu tambahan untuk menghidupkan kembali seluruh rantai pasok energi."
Panetta menilai proses normalisasi tidak bisa berlangsung cepat karena gangguan besar pada infrastruktur dan distribusi energi.
Gangguan Rantai Pasok dan Produksi Energi
Konflik di kawasan Teluk Persia telah memaksa sejumlah negara menghentikan produksi hidrokarbon.
Kondisi tersebut berdampak pada pasokan energi global baik dalam jangka pendek maupun panjang.
Panetta juga menyoroti meningkatnya risiko terhadap infrastruktur produksi dan distribusi energi seiring berlanjutnya konflik.
Selat Hormuz Jadi Faktor Kunci
Ia menekankan pentingnya keamanan Selat Hormuz sebagai jalur utama distribusi minyak dan gas dunia.
Gangguan di jalur tersebut dinilai menjadi faktor utama yang menentukan durasi krisis energi global.
Ketegangan meningkat setelah serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada 28 Februari yang kemudian dibalas oleh Iran ke berbagai target di Timur Tengah.
Situasi ini memicu blokade de facto di Selat Hormuz yang berdampak pada kenaikan harga energi global.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








