Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Teknologi & Sains

Google Luncurkan Fitur Pembuatan Lagu Berbasis AI di Gemini dengan Model Lyria 3

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Google Luncurkan Fitur Pembuatan Lagu Berbasis AI di Gemini dengan Model Lyria 3
Foto: (Sumber: Ilustrasi kemampuan Gemini baru yang memungkinkan pengguna membuat lagu hanya dengan menuliskan teks deskripsi. (ANTARA/Google).)

Pantau - Google menghadirkan fitur pembuatan musik berbasis kecerdasan buatan ke dalam aplikasi Gemini yang memungkinkan pengguna membuat lagu hanya dengan menuliskan deskripsi teks.

Fitur tersebut masih berstatus beta dan ditenagai model generatif Lyria 3 yang dikembangkan oleh Google DeepMind.

Melalui fitur ini pengguna dapat mendeskripsikan lagu yang ingin dibuat dan sistem akan menghasilkan trek berdurasi sekitar 30 detik lengkap dengan lirik.

Pengguna juga dapat mengunggah foto atau video lalu sistem akan membuat lagu yang menyesuaikan suasana dari konten tersebut.

Ilustrasi sampul lagu dihasilkan secara otomatis oleh sistem untuk melengkapi karya yang dibuat.

Menurut Google, Lyria 3 menghadirkan peningkatan dibanding generasi model sebelumnya dengan komposisi yang lebih realistis dan kompleks.

Pengguna diberikan kendali untuk menyesuaikan gaya, vokal hingga tempo lagu sesuai preferensi.

Ekspansi ke YouTube dan Pengamanan Hak Cipta

Selain tersedia di aplikasi Gemini, model Lyria 3 diperluas ke platform YouTube melalui fitur Dream Track untuk kreator konten.

Jika sebelumnya Dream Track hanya tersedia untuk kreator di Amerika Serikat, kini Google memperluas ketersediaannya secara global.

Google menegaskan fitur tersebut dirancang untuk mendorong ekspresi orisinal dan bukan meniru artis tertentu.

Jika pengguna mencantumkan nama musisi dalam perintah, Gemini akan menghasilkan lagu dengan gaya atau aransemen yang terinspirasi dari artis tersebut tanpa menyalin karya yang sudah ada.

Perusahaan menyatakan telah menerapkan penyaring untuk memeriksa kemiripan lagu hasil AI dengan konten yang telah dipublikasikan.

Seluruh lagu yang dibuat menggunakan Lyria 3 akan dilengkapi label digital SynthID untuk mengidentifikasi konten yang dihasilkan AI.

Google juga menambahkan kemampuan dalam Gemini untuk membantu pengguna memeriksa apakah sebuah trek musik dibuat dengan AI melalui teknologi tersebut.

Fitur pembuatan musik ini diluncurkan bagi pengguna Gemini berusia 18 tahun ke atas secara global dengan dukungan berbagai bahasa termasuk Inggris, Jerman, Spanyol, Prancis, India, Jepang, Korea dan Portugis.

Respons Industri Musik terhadap Perkembangan AI

Perkembangan musik berbasis AI memunculkan beragam respons di industri musik global.

Sejumlah platform seperti Spotify dan YouTube mulai mengadopsi teknologi AI serta menjalin kerja sama dengan label musik untuk monetisasi.

Di sisi lain perusahaan pengembang model AI menghadapi gugatan terkait hak cipta materi pelatihan yang digunakan dalam pengembangan sistem.

Platform seperti Deezer juga merilis alat untuk mengidentifikasi musik hasil AI guna menekan potensi penyalahgunaan dan manipulasi streaming.

Penulis :
Ahmad Yusuf