
Pantau - Platform teknologi komunikasi real-time Agora bersama perusahaan layanan IT FPT mengumumkan kemitraan strategis untuk memperluas adopsi kecerdasan buatan di sektor perbankan dan jasa keuangan di Indonesia hingga Asia Tenggara.
Kolaborasi tersebut menggabungkan kapabilitas real-time engagement dan conversational AI milik Agora dengan jangkauan regional serta keahlian integrasi enterprise FPT untuk membantu institusi keuangan meningkatkan kualitas layanan nasabah sekaligus mendorong efisiensi operasional digital.
Chief Revenue Officer FPT Smart Cloud Mark Hall Andrew menyatakan, "Dengan menggabungkan kemampuan AI enterprise FPT dan infrastruktur conversational real-time milik Agora, kami memungkinkan bank dan institusi keuangan di Asia Tenggara menghadirkan pengalaman digital yang lebih efisien, responsif, dan terpercaya berskala besar,”.
Melalui integrasi Agora Conversational AI dan infrastruktur komunikasi real-time berlatensi rendah ke dalam ekosistem AI enterprise FPT, bank dan lembaga keuangan dapat menghadirkan interaksi yang aman dan cerdas melalui kanal suara, chat, maupun video.
Kemitraan ini memungkinkan layanan pembayaran dan pengelolaan akun, interaksi siklus pinjaman dan kredit, onboarding asuransi dan polis, bantuan klaim, hingga layanan nasabah lintas negara dan multibahasa.
Solusi tersebut juga memungkinkan penerapan asisten virtual berbasis AI dengan dukungan manusia dalam satu alur layanan melalui chat, suara, dan video secara real-time.
AI dari FPT telah digunakan lebih dari 40 bank dan institusi keuangan global untuk layanan perbankan digital dan operasional layanan pelanggan berskala besar.
Indonesia disebut sebagai salah satu pasar perbankan digital dan layanan keuangan paling dinamis di Asia Tenggara.
Data Bank Indonesia mencatat transaksi perbankan digital tumbuh 54,89 persen secara tahunan hingga September 2024 didorong aktivitas transfer, pembayaran QRIS, dan peningkatan penggunaan kanal mobile.
Data International Trade Administration menunjukkan sebanyak 56,3 juta pengguna bertransaksi melalui QRIS pada awal 2025.
CEO Agora Tony Zhao menyatakan, “Ketika layanan keuangan di Indonesia terus terdigitalisasi, kepercayaan, keamanan, dan kepatuhan sama pentingnya dengan inovasi,”.
Ia menilai Conversational AI berperan penting dalam memperluas kapasitas layanan pelanggan, mengotomasi kebutuhan rutin, mendukung proses digital onboarding, serta memberikan bantuan langsung di berbagai kanal tanpa mengabaikan aspek keamanan dan tata kelola.
Tony Zhao menyampaikan, "Dengan menggabungkan kecerdasan percakapan real-time milik Agora dan ekosistem AI enterprise FPT, kami memungkinkan bank dan institusi keuangan berinteraksi dengan nasabah secara lebih natural, efisien, dan andal, dalam skala besar,".
- Penulis :
- Aditya Yohan







