Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Pemerhati Anak Menilai Maraknya Kekerasan Anak Pertanda Kegagalan Ekosistem Perlindungan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pemerhati Anak Menilai Maraknya Kekerasan Anak Pertanda Kegagalan Ekosistem Perlindungan
Foto: (Sumber : Pemerhati anak, Nahar. ANTARA/Anita Permata Dewi.)

Pantau - Pemerhati anak Nahar menilai maraknya kasus kekerasan terhadap anak menjadi pertanda kegagalan ekosistem perlindungan anak mulai dari dalam rumah hingga ruang publik menyusul dugaan kekerasan oleh ibu tiri yang menyebabkan seorang anak meninggal dunia di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Nahar menyatakan bahwa "Maraknya kasus kekerasan pada anak pertanda kegagalan ekosistem perlindungan anak dari dalam rumah hingga ruang publik,", ujarnya.

Menurut Nahar perlu terus diupayakan pencegahan kekerasan dalam rumah atau keluarga serta peningkatan kualitas pola pengasuhan agar tidak memicu permasalahan hubungan antara anak dan orang tua tiri.

Ia mengatakan bahwa "Membangun lingkungan seperti tetangga, sekolah/pesantren, RT/RW yang responsif atau tidak boleh mengabaikan tanda-tanda anak memiliki masalah dalam rumah,", katanya.

Lingkungan sekitar dinilai harus mampu mendeteksi dan memberikan intervensi sejak dini terhadap anak yang kesulitan melaporkan masalah serta mencari bantuan.

Lingkungan juga perlu memberikan pemahaman mengenai kerentanan anak dalam pola kekerasan pengasuhan yang telah berlangsung lama.

Nahar menegaskan bahwa "Jika ada kematian akibat kekerasan, perlu memastikan apakah kematian tersebut semata-mata karena faktor pengasuhan yang tidak layak atau karena faktor lain yang diantaranya karena medis,", tegasnya.

Seorang anak laki-laki berusia 12 tahun meninggal dunia diduga akibat dianiaya oleh ibu tirinya di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Korban ditemukan dengan luka lebam dan luka bakar pada tubuhnya.

Sehari-hari korban tinggal di pesantren namun saat kejadian sedang libur untuk persiapan awal puasa bersama keluarga.

Ayah korban yang bekerja di Kota Sukabumi mendapat telepon dari istrinya yang meminta segera pulang dengan alasan korban jatuh sakit.

Setibanya di rumah ayah korban langsung membawa anaknya ke Rumah Sakit Jampang Kulon untuk mendapatkan penanganan medis.

Korban akhirnya meninggal dunia di rumah sakit tersebut.

Polres Sukabumi menduga terdapat unsur kekerasan dalam kasus ini dan telah menaikkan status perkara ke tahap penyidikan.

Pihak kepolisian masih menunggu hasil otopsi korban untuk memastikan penyebab kematian.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Tria Dianti