Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Teknologi & Sains

Kepala Tim Robotika OpenAI Mundur di Tengah Kontroversi Kerja Sama dengan Pentagon

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Kepala Tim Robotika OpenAI Mundur di Tengah Kontroversi Kerja Sama dengan Pentagon
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Logo OpenAI. (REUTERS/DADO RUVIC).)

Pantau - Kepala Tim Robotika OpenAI Caitlin Kalinowski mengumumkan pengunduran dirinya dari perusahaan di tengah kontroversi terkait kesepakatan antara OpenAI dan Departemen Pertahanan Amerika Serikat.

Pengunduran diri tersebut disampaikan Kalinowski melalui unggahan di media sosial yang menyebut keputusan itu diambil berdasarkan prinsip pribadi.

Ia menegaskan langkah tersebut bukan disebabkan oleh konflik dengan individu di dalam perusahaan.

"AI memiliki peran penting dalam keamanan nasional. Tetapi pengawasan terhadap warga Amerika tanpa pengawasan yudisial dan otonomi mematikan tanpa otorisasi manusia adalah batasan yang seharusnya lebih dipertimbangkan daripada yang didapatkan", ungkapnya.

Kritik terhadap Proses Pengumuman Kesepakatan

Dalam unggahan lanjutan di platform X, Kalinowski juga mengkritik proses pengumuman kerja sama OpenAI dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat yang dinilai dilakukan secara terburu-buru.

"Untuk memperjelas, masalah saya adalah pengumuman ini dibuat terburu-buru tanpa adanya batasan yang jelas. Ini merupakan persoalan tata kelola yang utama. Kesepakatan atau pengumuman ini ini terlalu penting untuk dilakukan terburu-buru", ujarnya.

OpenAI telah mengonfirmasi pengunduran diri Kalinowski dari perusahaan.

Perusahaan menyatakan kerja sama dengan Pentagon bertujuan membuka jalur penggunaan kecerdasan buatan secara bertanggung jawab dalam bidang keamanan nasional.

Penjelasan OpenAI dan Respons Industri

OpenAI menegaskan kesepakatan tersebut memiliki batasan tertentu terkait penggunaan teknologi.

"Kami percaya kesepakatan kami dengan Pentagon menciptakan jalur yang layak untuk penggunaan AI yang bertanggung jawab dalam keamanan nasional sambil memperjelas batasan kami: tidak ada pengawasan domestik dan tidak ada senjata otonom", ungkap perusahaan.

OpenAI juga menyatakan akan terus berdialog dengan karyawan, pemerintah, masyarakat sipil, serta komunitas global terkait penggunaan teknologi kecerdasan buatan.

Kesepakatan antara OpenAI dan Departemen Pertahanan Amerika Serikat diumumkan lebih dari sepekan lalu.

Sebelumnya Pentagon sempat berdiskusi dengan perusahaan AI Anthropic namun tidak mencapai kesepakatan.

Anthropic berupaya menegosiasikan perlindungan agar teknologinya tidak digunakan untuk pengawasan domestik massal maupun senjata otonom.

Pentagon kemudian menilai Anthropic sebagai risiko rantai pasokan sehingga kerja sama tidak berlanjut.

Anthropic menyatakan akan menggugat keputusan tersebut ke pengadilan.

Setelah itu OpenAI mengumumkan kesepakatan yang memungkinkan teknologinya digunakan dalam lingkungan rahasia pemerintah.

Eksekutif OpenAI menyatakan kesepakatan tersebut dibuat dengan pendekatan berlapis yang tidak hanya bergantung pada bahasa kontrak tetapi juga pengamanan teknis.

Kontroversi kerja sama tersebut dilaporkan turut memengaruhi reputasi OpenAI di sebagian kalangan pengguna.

Dampaknya termasuk meningkatnya jumlah pengguna yang menghapus aplikasi ChatGPT.

Penulis :
Gerry Eka