
Pantau - Kementerian Komunikasi dan Digital memastikan layanan telekomunikasi tetap stabil selama arus balik Lebaran 2026, termasuk di titik krusial seperti Stasiun Semarang Tawang, Jawa Tengah.
Pemantauan Ketat di Titik Strategis
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengatakan pemerintah melakukan pemantauan langsung untuk menjaga kualitas jaringan di tengah lonjakan trafik komunikasi.
“Di Stasiun Semarang Tawang ini kita dirikan posko untuk memonitor layanan dan kualitas servis yang diberikan oleh operator seluler serta jaringan telekomunikasi yang ada,” ungkapnya.
Pemantauan dilakukan bersama Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio dan operator seluler melalui pengawasan intensif di sejumlah lokasi strategis.
Hasilnya, kecepatan internet tercatat berada pada kisaran 70 hingga 110 Mbps yang dinilai memadai untuk kebutuhan komunikasi masyarakat secara waktu nyata.
“Kecepatan unduh dan unggah yang kita pantau mencapai di atas rata-rata 70 sampai 110 Mbps. Ini dalam kondisi sangat baik,” katanya.
Antisipasi Lonjakan Pengguna
Jumlah penumpang di Stasiun Semarang Tawang tercatat sekitar 10 ribu orang saat arus mudik dan diperkirakan kembali meningkat pada arus balik dengan puncak pada 28 hingga 29 Maret 2026.
Meski terjadi lonjakan pengguna, pemerintah memastikan belum ada gangguan signifikan pada layanan telekomunikasi.
“Kami memiliki tim yang bersiaga penuh untuk memantau dan mengidentifikasi gangguan, serta segera memberikan solusi,” ujarnya.
Kemkomdigi juga terus berkoordinasi dengan operator seluler dan pemangku kepentingan untuk menjaga kualitas layanan hingga arus balik selesai.
“Kita siap mendukung arus balik satu sampai dua hari ke depan agar masyarakat tetap terhubung dengan lancar saat kembali beraktivitas,” kata Nezar.
Sebagai informasi tambahan, penguatan jaringan dilakukan melalui posko pemantauan 24 jam guna memastikan respons cepat terhadap potensi gangguan selama periode arus balik Lebaran.
- Penulis :
- Aditya Yohan







