
Pantau - Perusahaan teknologi China Huawei bekerja sama dengan China Mobile menghadirkan jaringan 5G di desa-desa wilayah pegunungan karst Guangxi untuk mendukung pemasaran produk lokal seperti gula merah.
Salah satu wilayah yang merasakan manfaat adalah Desa Buhua di Distrik Jiangzhou, Chongzuo yang dikenal sebagai pusat produksi gula.
General Manager China Mobile Guangxi Cabang Chongzuo Zhou Peng menyatakan pembangunan jaringan tetap dilakukan meski menghadapi tantangan geografis.
"Setelah 10 tahun pembangunan layanan telekomunikasi, bahkan di daerah terpencil yang sulit dijangkau dan hanya ada tiga rumah di sana, China Mobile tetap berupaya untuk menghadirkan jaringan internet sehingga daerah pedesaan kini telah menikmati jaringan berkecepatan tinggi dengan kualitas yang setara dengan warga perkotaan sehingga dapat menjadi fondasi pariwisata cerdas di masa mendatang," ujarnya.
Hingga Maret 2026, sekitar 99 persen wilayah pedesaan Chongzuo telah terjangkau jaringan 4G dan 95 persen telah terjangkau jaringan 5G.
Kecepatan internet di desa tersebut mencapai 150 Mbps dengan broadband hingga 1.000 Mbps.
Sebelum digitalisasi, petani bergantung pada penjualan tebu dengan harga yang tidak stabil.
Dengan hadirnya jaringan 5G, warga mulai memanfaatkan siaran langsung untuk menjual gula merah dan memperkenalkan proses produksinya.
Kota Xinhe bahkan membangun 65 toko e-commerce di platform digital seperti JD.com dan Douyin serta mengembangkan kreator lokal.
Penjualan gula merah meningkat signifikan dengan harga naik hingga 150 persen dibanding gula industri.
Produk tersebut kini dipasarkan ke berbagai kota di China hingga ke luar negeri seperti Jepang dan Korea Selatan.
Pendapatan penjualan daring meningkat dari lebih dari 300.000 RMB pada 2023 menjadi lebih dari 500.000 RMB pada 2025.
Pendapatan rata-rata rumah tangga juga meningkat hingga tiga kali lipat.
Peningkatan ekonomi ini mendorong generasi muda kembali ke desa.
"Selain membangun jaringan 5G yang solid, kami telah membentuk tim profesional untuk menyediakan dukungan jaringan jangka panjang bagi desa, perusahaan, dan pemerintah. Ini akan memastikan jaringan benar-benar memainkan peran mereka dalam memungkinkan pembangunan," kata Zhou.
Kolaborasi antara teknologi dan masyarakat dinilai mampu mendorong pembangunan ekonomi pedesaan secara berkelanjutan.
- Penulis :
- Gerry Eka








