HOME  ⁄  Teknologi & Sains

Kemkomdigi Tambah Kapasitas Satelit untuk Jaga Akses Internet di Sangihe dan Sitaro

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kemkomdigi Tambah Kapasitas Satelit untuk Jaga Akses Internet di Sangihe dan Sitaro
Foto: (Sumber : Stasiun Terminal Palapa Ring Paket Tengah di Tahuna Kabupaten kepulauan Sangihe. ANTARA/Jerusalem Mendalora/am..)

Pantau - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menambah kapasitas satelit hingga 150 Mbps untuk menjaga layanan telekomunikasi dan internet tetap berjalan di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, selama proses restorasi kabel laut Palapa Ring segmen Tahuna-Melonguane.

Kapasitas Satelit Ditambah untuk 154 Titik Layanan

Kemkomdigi melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) meningkatkan kapasitas bandwidth menjadi 50 hingga 150 Mbps pada 154 titik akses layanan yang memanfaatkan jaringan Satelit Republik Indonesia (Satria).

Direktur Pengendalian Infrastruktur Digital Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Kemkomdigi Indra Maulana mengatakan pemerintah terus memprioritaskan keberlangsungan layanan telekomunikasi bagi masyarakat selama proses pemulihan infrastruktur berlangsung.

"Seluruh manuver operasional serta penggunaan peralatan bawah laut harus dilakukan secara sangat terukur. Kami harus berhati-hati untuk menjaga keamanan serta keandalan infrastruktur telekomunikasi eksisting di sekitar area kerja," kata Indra.

Selain meningkatkan kapasitas satelit, Kemkomdigi juga berkoordinasi dengan operator seluler untuk memastikan konektivitas pada layanan publik dan objek vital tetap terjaga.

Langkah tersebut dilakukan agar layanan pemerintahan, pendidikan, kesehatan, serta aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan tetap berjalan normal.

Restorasi Hadapi Tantangan Cuaca dan Medan Laut

Plt Direktur Infrastruktur BAKTI Darien Aldiano mengatakan proses restorasi kabel laut menghadapi sejumlah tantangan teknis di lapangan.

"Kami memohon maaf atas penyesuaian jadwal ini. Walau menghadapi tantangan cuaca dan karakteristik dasar laut yang ekstrem, seluruh tim teknis tetap berupaya maksimal. Pekerjaan terus dilaksanakan dengan mengedepankan aspek keselamatan dan keandalan jaringan agar layanan kembali normal secepatnya," ujar Darien.

Menurut Darien, lokasi pekerjaan berada di dekat koridor kabel laut aktif segmen Ondong Siau-Tahuna sehingga seluruh proses harus dilakukan dengan tingkat presisi tinggi.

Tim teknis juga menghadapi kondisi dasar laut yang didominasi batuan serta kontur curam yang membuat proses identifikasi dan penanganan kabel membutuhkan kehati-hatian ekstra.

Akibat kondisi tersebut, target penyelesaian pekerjaan dan jadwal Ready For Service (RFS) yang semula direncanakan pada 28 Mei hingga 2 Juni 2026 disesuaikan menjadi hingga 6 Juni 2026.

Kemkomdigi menegaskan akan terus mengawal proses restorasi hingga tuntas agar masyarakat di Sangihe dan Sitaro tetap memperoleh akses komunikasi dan layanan digital yang andal.

Penulis :
Ahmad Yusuf