HOME  ⁄  Teknologi & Sains

OpenAI Luncurkan Lockdown Mode untuk Kurangi Risiko Kebocoran Data akibat Prompt Injection

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

OpenAI Luncurkan Lockdown Mode untuk Kurangi Risiko Kebocoran Data akibat Prompt Injection
Foto: (Sumber: Ilustrasi - logo "Chat GPT" ditampilkan di layar ponsel di depan layar komputer yang menampilkan logo "OpenAI" di Ankara, Turkiye pada 25 Januari 2023. ANTARA/Muhammed Selim Korkutata/Anadolu/pri.)

Pantau - OpenAI memperkenalkan fitur baru bernama Lockdown Mode yang dirancang untuk memberikan perlindungan tambahan terhadap serangan siber berupa prompt injection dan mengurangi risiko kebocoran data sensitif saat pengguna berinteraksi dengan layanan kecerdasan buatan (AI).

Prompt injection merupakan metode serangan yang menyisipkan instruksi berbahaya ke dalam chatbot melalui halaman web atau sumber konten lainnya untuk memengaruhi perilaku sistem AI.

Menurut OpenAI, fitur Lockdown Mode ditujukan bagi individu dan organisasi yang menangani data sensitif serta membutuhkan tingkat perlindungan yang lebih tinggi.

“Lockdown Mode tidak ditujukan untuk semua orang,” ujar OpenAI.

Perusahaan menambahkan, “Ini dirancang untuk individu dan organisasi yang menangani data sensitif dan menginginkan perlindungan yang lebih ketat dari risiko kebocoran data terkait injeksi cepat.”

Saat Lockdown Mode diaktifkan, sejumlah kemampuan ChatGPT akan dibatasi untuk mengurangi potensi jalur serangan.

Akses pencarian web langsung dinonaktifkan sehingga pengguna hanya dapat mengakses konten cache atau konten yang tersimpan sementara di perangkat.

Fitur pengambilan gambar dari web juga dihentikan selama mode tersebut aktif.

Selain itu, fitur riset mendalam dan Mode Agen turut dinonaktifkan untuk meminimalkan kemungkinan interaksi dengan sumber eksternal yang berpotensi mengandung instruksi berbahaya.

OpenAI menilai pembatasan tersebut dapat membantu mengurangi kemungkinan data sensitif terpapar ketika terjadi upaya serangan terhadap sistem AI.

Meski menghadirkan lapisan perlindungan tambahan, OpenAI menegaskan bahwa Lockdown Mode tidak sepenuhnya menghilangkan risiko prompt injection.

Perusahaan memberikan contoh bahwa instruksi berbahaya masih dapat muncul dari konten web yang tersimpan dalam cache, file yang diunggah pengguna, maupun sumber lain yang tetap dapat memengaruhi respons AI.

Karena itu, pengguna tetap disarankan menerapkan praktik keamanan digital yang baik saat menggunakan layanan berbasis AI untuk mengelola informasi penting.

OpenAI menyebut tujuan utama fitur ini adalah meminimalkan risiko kebocoran data, bukan menghilangkan seluruh potensi ancaman yang mungkin muncul.

Pada tahap awal, OpenAI meluncurkan Lockdown Mode untuk pengguna ChatGPT Business self-serve dan akun pribadi yang memenuhi persyaratan tertentu.

Fitur tersebut menjadi bagian dari rangkaian penguatan keamanan yang terus dikembangkan OpenAI seiring meningkatnya penggunaan AI untuk kebutuhan profesional dan pengelolaan data sensitif.

Selain memperkenalkan Lockdown Mode, OpenAI juga meluncurkan sejumlah pembaruan lain, termasuk inisiatif keamanan siber Daybreak, model AI GPT-5.5 Instant untuk ChatGPT, layanan ChatGPT Pro bagi pengguna intensif dan pengembang, serta integrasi ChatGPT Voice pada Apple CarPlay.

Penulis :
Gerry Eka