
Pantau - Pemerintah China berencana memperluas penggunaan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di sektor kebudayaan dan pariwisata melalui pengembangan layanan cerdas, produk wisata digital, serta 14 proyek percontohan yang mencakup museum, teater, dan destinasi wisata.
Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata China mengumumkan langkah tersebut pada Senin (19/10/2026) sebagai bagian dari upaya mempercepat pemanfaatan teknologi dalam industri budaya dan pariwisata.
Pejabat Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata China, Zhou Hanping, mengatakan pemerintah akan mendorong integrasi AI dalam berbagai kegiatan kebudayaan, pelayanan publik, dan pengelolaan sektor pariwisata.
Selain itu, China akan menjajaki mekanisme penetapan kepemilikan, harga, serta perdagangan aset budaya digital.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan produk budaya dan pariwisata berbasis teknologi sekaligus memperluas pilihan layanan bagi konsumen.
China Integrasikan AI ke Museum dan Layanan Pariwisata
Zhou Hanping menjelaskan bahwa pemerintah China telah menyiapkan sejumlah bidang prioritas untuk penerapan teknologi kecerdasan buatan.
Bidang tersebut mencakup penciptaan karya budaya, pelayanan publik, pelestarian warisan budaya takbenda, layanan pariwisata, dan tata kelola pasar.
Integrasi AI diarahkan untuk mendukung pengembangan layanan yang lebih cerdas serta meningkatkan pemanfaatan teknologi dalam kegiatan kebudayaan.
Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata China juga telah meluncurkan 14 proyek percontohan penerapan AI.
Daftar proyek tersebut diumumkan oleh kementerian pada pekan sebelumnya.
Program percontohan akan dilaksanakan pada berbagai bidang, termasuk museum dan teater.
Selain itu, penerapan AI juga akan mencakup pariwisata salju dan layanan bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke China.
Melalui proyek tersebut, pemerintah akan mengembangkan penerapan teknologi dalam berbagai jenis kegiatan pariwisata dan kebudayaan.
Sembilan Otoritas China Terbitkan Pedoman Pengembangan Teknologi
Langkah perluasan penggunaan AI juga didukung penerbitan pedoman bersama oleh sembilan otoritas China.
Pedoman tersebut diterbitkan pada Senin (19/10/2026), dengan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata menjadi salah satu instansi yang terlibat.
Aturan itu disusun untuk mendorong perdagangan melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dalam pedoman tersebut, pemerintah mendorong penggunaan gabungan AI, teknologi realitas yang diperluas (extended reality/XR), dan teknologi lainnya.
Pemanfaatan teknologi tersebut diarahkan untuk menghasilkan produk budaya dan pariwisata yang memiliki karakteristik khas.
Selain pengembangan produk, pemerintah juga menargetkan peningkatan layanan cerdas di sektor pariwisata.
Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya memperluas ketersediaan layanan budaya dan wisata bagi masyarakat.
Pemerintah China Dorong Pengalaman Wisata Digital dan Fisik
Pedoman yang diterbitkan sembilan otoritas China juga mendorong pemerintah daerah mengembangkan konsep wisata yang menggabungkan pengalaman digital dan fisik.
Pengembangan tersebut dapat diterapkan di berbagai kawasan yang menjadi pusat kegiatan masyarakat dan wisatawan.
Lokasi yang disebut dalam pedoman mencakup jalan khusus pejalan kaki, kawasan komersial, serta objek wisata.
Pemerintah daerah didorong menciptakan pengalaman konsumsi baru dengan memanfaatkan teknologi digital.
Konsep tersebut mencakup pengembangan pengalaman budaya imersif, pertunjukan digital, dan layanan pariwisata cerdas.
Melalui pendekatan ini, wisatawan diharapkan memperoleh pilihan pengalaman budaya dan pariwisata yang lebih beragam.
Penggabungan teknologi dengan kegiatan wisata juga menjadi bagian dari strategi pengembangan sektor jasa berbasis inovasi.
China Jajaki Perdagangan Aset Budaya Digital
Selain memperluas penerapan AI, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata China berencana menjajaki mekanisme perdagangan aset budaya digital.
Pemerintah akan mempelajari sistem untuk menetapkan kepemilikan aset tersebut.
Mekanisme penentuan harga dan perdagangan aset budaya digital juga menjadi bagian dari rencana pengembangan.
Langkah tersebut berkaitan dengan meningkatnya pemanfaatan teknologi dalam penciptaan dan penyajian produk kebudayaan.
Pengaturan aset digital menjadi salah satu aspek yang disiapkan untuk mendukung kegiatan ekonomi di sektor budaya dan pariwisata.
Namun, kementerian belum merinci jadwal penerapan mekanisme kepemilikan maupun perdagangan aset budaya digital tersebut.
Pariwisata Berbasis Teknologi Didorong Tingkatkan Ekonomi
Zhou Hanping menilai perkembangan produk budaya dan pariwisata berbasis teknologi memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian domestik China.
Menurutnya, berbagai bentuk layanan baru dapat mendorong permintaan masyarakat sekaligus membuka peluang kegiatan ekonomi.
"Bentuk-bentuk budaya dan pariwisata yang baru muncul telah menjadi pendorong penting bagi permintaan domestik, penciptaan lapangan kerja, vitalitas pasar, dan kepercayaan konsumen," ujar Zhou.
Ia menyebut pengalaman budaya imersif, pertunjukan digital, dan layanan pariwisata cerdas sebagai contoh produk yang berkembang dalam industri tersebut.
Pemerintah China juga akan mendorong pelaku usaha mengembangkan produk wisata yang memanfaatkan sumber daya lokal.
Dengan demikian, inovasi teknologi diharapkan dapat disesuaikan dengan karakteristik budaya dan potensi pariwisata di berbagai daerah.
China Siapkan Pengembangan Talenta AI untuk Industri Pariwisata
Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata China turut menyoroti pentingnya pengembangan sumber daya manusia dalam penerapan teknologi.
Zhou mengatakan pemerintah akan mendorong kerja sama pelatihan antara perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan perusahaan.
Kerja sama tersebut ditujukan untuk membina tenaga kerja yang memiliki kemampuan sesuai kebutuhan industri kebudayaan dan pariwisata.
Peningkatan keterampilan menjadi salah satu bagian dari upaya memperluas pemanfaatan teknologi dalam kegiatan usaha.
Pemerintah juga akan terus mendorong perusahaan di berbagai wilayah China mengembangkan produk budaya dan pariwisata berdasarkan potensi daerah masing-masing.
Melalui 14 proyek percontohan, pedoman pengembangan teknologi, serta kerja sama pelatihan tenaga kerja, China berupaya mempercepat penerapan AI dalam industri kebudayaan dan pariwisata.
- Penulis :
- Aditya Yohan




