Pantau Flash
Blak-blakan Menkes: Pemerintah Tidak Ada Rencana untuk Subsidi Test PCR
Maluku Utara Diguncang Gempa 5,1 Magnitudo, Berpusat di Kedalaman 92 Km
Kabar Gembira! Menkes Buka Peluang Vaksinasi Usia 5-11 Tahun Dimulai Awal 2022
Polri Ringkus Komplotan Judi dan Pornografi Online, Raup Rp4,5 Miliar per Bulan
Kapolda Sumut Copot Kapolsek Kutalimbaru, Buntut Ulah Anak Buahnya Cabuli Istri Tahanan

Pemerintah Targetkan Lifting Minyak 1 Juta Barel per Hari di 2030

Pemerintah Targetkan Lifting Minyak 1 Juta Barel per Hari di 2030 Target Produksi Migas. (Foto: Antara)

Pantau.com - Pemerintah optimistis akan dapat merealisasikan target lifting minyak sebesar 1 juta barel minyak per hari (bph) pada tahun 2030.

Optimisme tersebut disampaikan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif karena saat ini di Indonesia masih terdapat 68 dari 128 cekungan yang berpotensi mengandung minyak dan gas bumi (migas) yang belum di eksplorasi.

"Kita memang punya program jangka panjang supaya bisa merecover kembali target produksi, target lifting kita. Kita sudah punya program sebetulnya dimana tahun 2030 nantinya kita harus bisa menghasilkan produksi minyak 1 juta barel per hari," ujar Arifin dikutip Antara di Jakarta, Kamis dalam laman Kementerian ESDM.

Baca juga: Ahok: Jika Saya Jadi Dirut, Kadrun-kadrun Bakal Ribut Mau Demo

Ke-68 cekungan tersebut sudah dalam perencanaan, sehingga dalam waktu beberapa tahun mendatang bisa memiliki data migas yang akurat, yang dapat menjadi daya tarik investor menanamkan investasinya.

Di tengah pandemi ini, lanjut Arifin, lifting migas relatif menurun. Kebutuhan energi juga menurun seiring perlambatan kegiatan ekonomi, sehingga berbagai situasi tersebut perlu diantisipasi.

"Kita juga mengantisipasi bahwa rencana untuk melelang 12 wilayah kerja baru, harus kita sesuaikan dulu jadwalnya, karena daya tarik bisnis menurun, harga minyak menurun, tentu investasi harus dilakukan penyesuaian," ungkap Arifin.

Baca juga: Menteri ESDM Tekankan Proyek Smelter Freeport dan Kilang Tuban Dipercepat

Kementerian ESDM, melalui Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) tetap akan berupaya mencapai target 1 juta bopd pada tahun 2030 tersebut dengan menerapkan beberapa strategi yaitu, mengedepankan strategi eksplorasi yang masif dan intensif, kedua mendorong dan mengkampanyekan penerapan enhanced oil recovery (EOR) di lapangan mature, dan ketiga mengakselerasi monetisasi proyek-proyek utama, sehingga mempercepat potensi sumberdaya menjadi lifting.

Dalam rangka merealisasikan peningkatan produksi migas di masa mendatang, SKK Migas dan kontraktor migas berkomitmen untuk meningkatkan kegiatan eksplorasi, salah satunya adalah pelaksanaan survei seismik 2D terbesar di Asia Pasifik melalui Komitmen Kerja Pasti Wilayah Kerja Jambi Merang yang saat ini sudah mencapai 23.705 km atau sebesar 79 persen dari target 30.000 km yang akan selesai pada bulan Juli 2020.

Pelaksanaan survei seismik tersebut melewati area yang berpotensi menjadi penemuan besar (giant discovery), sebagai salah satu langkah SKK Migas untuk menemukan wilayah kerja migas baru untuk menopang produksi migas yang berkelanjutan.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: