Pantau Flash
Kemendes PDTT Raih Penghargaan Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2020
Kementan Raih Penghargaan Pelayanan Publik Terbaik dari Kemenpan RB
Kemenparekraf Prediksi Tren Wisata Domestik dan Alam Akan Populer di 2021
Rekor Lagi! Kasus Positif COVID-19 RI Naik 5.534 per 25 November
Anita Kolopaking: Djoko Tjandra Ingin Nama Baiknya Dipulihkan

Peserta BPJS Kesehatan Perlu Registrasi Ulang, Begini Caranya

Headline
Peserta BPJS Kesehatan Perlu Registrasi Ulang, Begini Caranya Aplikasi JKN-KIS. (Foto: Pantau.com/Amin H Al Bakki)

Pantau.com - BPJS Kesehatan menggelar Program Registrasi Ulang bagi sebagian peserta JKN-KIS dari segmen Pekerja Penerima Upah Penyelenggara Negara (PPU PN) dan Bukan Pekerja (BP).

Kebijakan ini dilakukan dalam rangka menindaklanjuti rekomendasi KPK, hasil audit BPKP tahun buku 2018, dan hasil rapat bersama kementerian/lembaga.

BPJS Kesehatan memberikan kesempatan kepada masyarakat melakukan pembaruan data apabila pada kartu KIS belum terisi data Nomor Induk Kependudukan (NIK), atau sudah terisi namun belum sesuai dengan KTP atau belum terdaftar di Dukcapil Kemendagri.

Baca juga: Di Era Pandemi, BPJS Kesehatan Optimalkan Layanan JKN-KIS


Hal ini merujuk pada Pasal 13 ayat 1 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan bahwa setiap penduduk wajib memiliki NIK. Selain itu, merujuk Pasal 8 ayat 2 Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan bahwa Kartu Indonesia Sehat paling sedikit memuat nama dan nomor identitas peserta yang teregistrasi dengan NIK, kecuali untuk bayi baru lahir.

Adapun, registrasi ulang itu bisa dilakukan mulai tanggal 1 November 2020. Kepala Humas BPJS Kesehatan M. Iqbal Anas Ma'ruf menjelaskan registrasi ulang itu diperlukan karena sebagian data peserta belum dilengkapi dengan NIK.

Ia menjelaskan, apabila peserta BPJS Kesehatan tidak melakukan registrasi ulang, maka kartunya akan dinonaktifkan sementara.

"Kartunya sementara belum bisa digunakan. Harus di-update KK/KTP," ujar Iqbal.

Lantas siapa yang perlu registrasi ulang, menurut Iqbal tidak semua peserta BPJS Kesehatan registrasi ulang, tapi hanya peserta JKN-KIS segmen PPU PN dan BP yang belum ada data NIK-nya.

"Jumlahnya (yang perlu registrasi) tidak banyak. Jika bisa menunjukkan e-KTP untuk update, langsung aktif saat itu," ujarnya.

Sebelum melakukan registrasi ulang, peserta JKN-KIS dapat mengecek status kepesertaannya melalui:

Aplikasi Mobile JKN
Layanan informasi Whatsapp (CHIKA) di nomor 08118750400
BPJS Kesehatan Care Center 1500 400
Petugas BPJS SATU! yang ada di rumah sakit
Aplikasi JAGA KPK

Jika pada saat dicek status kepesertaannya muncul notifikasi registrasi ulang, maka peserta harus melakukan pembaruan data NIK.

Baca juga: Infografis Mengenal Lebih Dekat Fitur Pandawa BPJS Kesehatan


Cara registrasi ulang

Adapun, cara registrasi ulang antara lain menghubungi:

Kantor cabang melalui layanan administrasi dengan WA (Pandawa) dengan menu pengaktifan kembali kartu
Petugas BPJS SATU! di RS BPJS Kesehatan
Care Center 1500 400.

Iqbal mengatakan peserta BPJS hanya perlu menyiapkan foto KTP/KK dan kartu peserta (KIS). "Jika sudah melaporkan pembaruan data, maka status kepesertaannya akan diaktifkan kembali dalam waktu maksimal 1x24 jam,” kata Iqbal.

Ia mengatakan program ini bekerja sama dengan berbagai instansi pemerintah seperti PWRI, PEPABRI, TASPEN, dan ASABRI untuk ikut mendorong pesertanya mengecek status kepesertaan JKN-KIS dan melakukan registrasi ulang bagi yang dinonaktifkan sementara. Diharapkan dengan adanya internalisasi dan sosialisasi yang efektif, para peserta JKN-KIS PPU PN dan BP yang dinonaktifkan sementara dapat memanfaatkan kemudahan registrasi ulang melalui Program GILANG dari BPJS Kesehatan.



Tim Pantau
Editor
Tatang Adhiwidharta

Berita Terkait: