Pantau Flash
Upacara Tetap Digelar di Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2020
Presiden Jokowi Kaji Prioritas Usulan 245 Proyek Strategis Nasional Baru
Usai PSBB, Terbitlah Pusat Perbelanjaan Kota Malang
Indonesia Kecam Rencana Aneksasi Israel Terhadap Palestina
Welcome New Normal: Penumpang KRL Dilarang Bicara dan Telepon

Ibu Kota Rusia Moskow Nyatakan Lockdown Hadapi Pandemi COVID-19

Ibu Kota Rusia Moskow Nyatakan Lockdown Hadapi Pandemi COVID-19 Ilustrasi Kota Moskow, Rusia. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Pemerintah Moskow telah memerintahkan penutupan atau lockdown kota secara menyeluruh, membatasi aktivitas sebagian besar dari 12,5 juta penduduk ibukota Rusia itu.

Dilansir The Independent, Senin (30/3/2020), langkah ini merupakan upaya paling komprehensif hingga saat ini di Rusia untuk membendung penyebaran virus korona atau COVID-19. Lockdown ini terjadi hanya tiga hari setelah Kremlin bersikeras ada "de facto no epidemic" di Rusia.

Baca juga: Korban Meninggal Akibat Pandemi COVID-19 di Italia Tembus 10.000

Mulai hari Senin, 30 Maret, penduduk Moskow akan dilarang meninggalkan rumah mereka. Pengecualian dibuat untuk pekerja kesehatan, membeli bahan makanan dan obat-obatan, berjalan kaki dalam jarak 100m dari rumah serta membuang sampah.

Orang-orang masih akan diizinkan untuk pergi dan memasuki Moskow, tetapi semua gerakan lainnya di dalam kota akan memerlukan izin khusus.  Walikota Moskow Sergei Sobyanin hanya memberi penduduk empat jam untuk membiasakan diri dengan aturan baru sebelum lockdown diberlakukan.

"Tindakan ini dilakukan sebagai tanggapan terhadap peristiwa negatif yang terjadi di Eropa dan Amerik," demikian sebuah pernyataan yang dipublikasikan di situs web pribadi walikota.

Baca juga: Presiden Prancis Ingatkan Italia Waspada Bantuan China dan Rusia

Berita tentang lockdown Moskow itu juga datang pada hari yang sama di mana tercatat ada 1000 kasus terkonfirmasi. Sobyanin menyarankan kota itu bergerak ke "fase baru" dalam perang melawan virus.

Dibanding negara-negara lain di Eropa, Rusia masih tergolong kecil dalam jumlah penderita corona. Per Senin (30/3), terdada 1.500 lebih penderita korona di Rusia, dengan angka kematian delapan orang.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi