Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Rusia Tegaskan Israel Tak Punya Alasan Tunda Pembukaan Penyeberangan Rafah Gaza–Mesir

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Rusia Tegaskan Israel Tak Punya Alasan Tunda Pembukaan Penyeberangan Rafah Gaza–Mesir
Foto: (Sumber: Arsip foto - Sebuah truk kembali ke Mesir dari Jalur Gaza melalui penyeberangan Rafah, Palestina (30/11/2023). ANTARA/Xinhua/Sui Xiankai/aa..)

Pantau - Rusia menyatakan Israel tidak lagi memiliki alasan untuk menunda pembukaan kembali penyeberangan Rafah di perbatasan Jalur Gaza dan Mesir setelah pemulangan jenazah sandera Israel terakhir dari wilayah tersebut.

Pernyataan itu disampaikan oleh Perwakilan Tetap Rusia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Vassily Nebenzia dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB yang membahas situasi Timur Tengah, termasuk isu Palestina.

Nebenzia menilai Israel tidak memiliki dasar untuk menunda kewajiban kemanusiaan kepada penduduk Gaza, termasuk akses bantuan yang sangat bergantung pada penyeberangan Rafah.

"Ini termasuk kebutuhan untuk membuka kembali sepenuhnya penyeberangan Rafah, yang baru diumumkan pada 26 Januari, tiga setengah bulan setelah perjanjian gencatan senjata," ungkap Nebenzia.

Rusia menekankan pembukaan penyeberangan Rafah menjadi kunci kelancaran distribusi bantuan kemanusiaan bagi warga sipil di Jalur Gaza.

Dalam kesempatan yang sama, Nebenzia menyampaikan Rusia masih menunggu penjelasan lebih lanjut dari Amerika Serikat terkait rencana pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional atau International Stabilization Force di Gaza.

"Kami menunggu rincian lebih lanjut dari pihak Amerika mengenai prospek penempatan Pasukan Stabilisasi Internasional di sektor tersebut, termasuk komposisi, jumlah, dan mandat misi ini," ujarnya.

Rencana pengerahan pasukan tersebut disebut sebagai bagian dari fase kedua rencana perdamaian Amerika Serikat yang terdiri dari 20 poin.

Fase kedua itu mengatur penarikan pasukan Israel dari wilayah Gaza yang lebih luas, pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional, serta pembentukan struktur pemerintahan baru di Gaza.

Struktur pemerintahan baru tersebut mencakup pembentukan Dewan Perdamaian yang dipimpin oleh Donald Trump.

Penulis :
Aditya Yohan