Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Sekutu AS di Timur Tengah Bujuk Donald Trump Urungkan Rencana Serangan ke Iran

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Sekutu AS di Timur Tengah Bujuk Donald Trump Urungkan Rencana Serangan ke Iran
Foto: (Sumber: Kendaraan-kendaraan yang rusak selama kerusuhan baru-baru ini terlihat di Teheran, Iran, Rabu (21/1/2026). (ANTARA/Xinhua/Shadati/aa.))

Pantau - Sekutu Amerika Serikat di Timur Tengah dilaporkan berupaya membujuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar mengurungkan rencana serangan terhadap Iran karena dikhawatirkan memicu konflik besar di kawasan.

Upaya Diplomatik Negara Teluk

Laporan The New York Times menyebut Qatar, Arab Saudi, dan Oman termasuk negara yang meminta Donald Trump untuk menghindari opsi militer dan “memberi Iran kesempatan.”

Upaya serupa juga dilaporkan News Nation dengan mengutip sumber-sumber terkait yang menilai serangan terhadap Iran berpotensi menyeret seluruh Timur Tengah ke dalam konflik luas.

Kekhawatiran tersebut muncul di tengah pernyataan Donald Trump pada akhir Desember yang menyatakan dukungan terhadap kemungkinan serangan baru jika Iran melanjutkan pengembangan program rudal dan nuklir.

Di tengah gelombang protes di Iran, Trump juga mengancam akan melancarkan serangan besar jika terdapat demonstran yang terbunuh.

Situasi Iran Memanas

Situasi Iran memanas setelah protes meletus pada akhir Desember 2025 akibat meningkatnya inflasi seiring melemahnya mata uang rial Iran.

Aksi unjuk rasa semakin intensif sejak 8 Januari 2026 setelah seruan dari Reza Pahlavi, putra Shah Iran yang digulingkan pada 1979.

Pada hari yang sama, akses internet di Iran dilaporkan diblokir dan di sejumlah kota protes berubah menjadi bentrokan antara demonstran dan aparat kepolisian.

Para demonstran meneriakkan slogan-slogan yang mengkritik pemerintah Iran dan terdapat laporan korban di kalangan demonstran maupun aparat keamanan.

Penulis :
Aditya Yohan