Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Menlu AS Nilai Upaya Ubah Rezim Iran Lebih Rumit Dibanding Venezuela

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Menlu AS Nilai Upaya Ubah Rezim Iran Lebih Rumit Dibanding Venezuela
Foto: (Sumber: Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio. ANTARA/Anadolu/py)

Pantau - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menyatakan bahwa upaya mengubah rezim di Iran jauh lebih rumit dibandingkan dengan Venezuela karena rezim Teheran telah berkuasa dalam waktu yang sangat lama.

Pernyataan tersebut disampaikan Marco Rubio pada Rabu, 28 Januari 2026, dalam sidang Senat Amerika Serikat yang membahas situasi di Venezuela.

Rubio menilai kompleksitas perubahan rezim di Iran disebabkan oleh kuatnya struktur kekuasaan yang telah terbentuk selama puluhan tahun.

"Upaya tersebut akan jauh lebih kompleks dibandingkan yang dibayangkan saat ini karena yang dihadapi adalah rezim yang telah berkuasa sangat lama," ungkap Rubio.

Ia menambahkan bahwa kondisi tersebut membutuhkan banyak pemikiran yang cermat apabila kemungkinan perubahan rezim benar-benar terjadi.

Rubio menjelaskan bahwa kehadiran militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah bersifat defensif.

Ia menyebutkan terdapat sekitar 30.000 hingga 40.000 tentara Amerika Serikat yang ditempatkan di delapan atau sembilan fasilitas militer di kawasan tersebut.

Menurut Rubio, pasukan Amerika Serikat berada dalam jangkauan ribuan pesawat tanpa awak dan rudal balistik jarak pendek milik Iran.

Kondisi itu, menurutnya, menegaskan perlunya langkah pencegahan awal untuk melindungi tentara Amerika Serikat dan sekutunya.

Rubio menyatakan Amerika Serikat harus memiliki kekuatan dan daya yang cukup di kawasan tersebut setidaknya sebagai dasar untuk bertahan dari kemungkinan serangan.

Ia juga menyinggung adanya perjanjian keamanan serta rencana pertahanan Israel dan negara lain yang menuntut postur kekuatan militer Amerika Serikat di kawasan.

Rubio menilai rezim Iran saat ini mungkin lebih lemah dibandingkan periode sebelumnya.

Ia menuduh pemerintah Iran gagal mengatasi keluhan utama para demonstran yang berfokus pada runtuhnya kondisi ekonomi negara tersebut.

Rubio menyebut aksi protes akan kembali terjadi di masa depan jika pemerintah Iran tidak bersedia berubah atau mengundurkan diri.

Pernyataan Rubio muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa armada besar sedang menuju Iran.

Trump juga menyampaikan harapannya agar Teheran bersedia datang ke meja perundingan untuk bernegosiasi dengan Washington.

Iran diketahui mengalami gelombang protes sejak 28 Desember yang berawal dari Grand Bazaar Teheran akibat depresiasi tajam nilai rial dan memburuknya kondisi ekonomi.

Demonstrasi tersebut kemudian menyebar ke sejumlah kota di Iran.

Pejabat Iran menuduh Amerika Serikat dan Israel mendukung perusuh bersenjata untuk menciptakan dalih intervensi asing.

Otoritas Iran memperingatkan bahwa setiap serangan Amerika Serikat akan memicu respons cepat dan komprehensif.

Penulis :
Aditya Yohan