Pantau Flash
Survei: Sejak Pandemi, Aktivitas Anak Main Game Komputer Berkurang
Bayi 50 Hari Asal Cirebon Positif Korona Usai Diajak Orangtua ke Hajatan
Update COVID-19 di Indonesia: Jumlah Positif 30.514, Pasien Sembuh 9.907
KSP: Pemerintah Berhati-hati dan Tetap Waspada Memasuki Era New Normal
Meutya Hafid: Kepemimpinan Penerapan New Normal Tetap di Pemerintah Sipil

Kasus Korona di AS Terus Melonjak, Trump: Akan Banyak Orang yang Meninggal

Headline
Kasus Korona di AS Terus Melonjak, Trump: Akan Banyak Orang yang Meninggal Presiden AS Donald Trump. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Presiden Donald Trump meminta masyarakat di Amerika Serikat bersiap-siap menghadapi lonjakan jumlah kematian dalam beberapa hari mendatang saat negara itu menghadapi masa penyebaran wabah virus korona, yang ia sebut sebagai dua minggu yang paling berat.

"Akan banyak orang yang meninggal," kata Trump saat memberikan pemaparan kepada para wartawan.

Jumlah kasus virus korona Covid-19 di Amerika Serikat saat ini merupakan yang terbesar di dunia.

Baca juga: Kematian Akibat Korona AS Diprediksi Bisa Mencapai 200 Ribu Orang

Lebih dari 306.000 di AS telah dinyatakan positif mengidap Covid-19 dan sudah 8.300 orang kehilangan nyawa akibat virus tersebut, menurut penghitungan Reuters.

Para pakar medis pada kantor kepresidenan Gedung Putih telah memperkirakan bahwa pandemi tersebut bisa membunuh antara 100.000 hingga 240.000 penduduk Amerika, bahkan jika perintah untuk berada di rumah dipatuhi masyarakat.

"Kita akan tiba pada masa yang akan sangat mengerikan," kata Trump di Gedung Putih.

"Kita mungkin tidak pernah melihat jumlah seperti ini. Mungkin selama perang, saat Perang Dunia Pertama atau Kedua atau seperti itu."

Di New York City, sementara itu, jumlah kematian akibat Covid-19 tercatat lebih dari seperempat angka korban jiwa di seluruh AS, menurut penghitungan Johns Hopkins University.

Rumah-rumah sakit dan rumah duka di kota itu bergelut untuk menangani para pasien, yang berada dalam keadaan kritis, serta memakamkan mereka yang meninggal.

Karena bisa menghadapi risiko tertular, banyak orang yang keluarganya sakit parah di New York City akhirnya tidak bisa menemui rang orang-orang terkasih pada akhir hayat mereka.

New York merupakan negara bagian di AS yang paling parah terdampak wabah tersebut.

Gubernur New York Andrew Cuomo mengatakan, Sabtu (4/4), bahwa penyakit-penyakit terkait virus korona telah membunuh 630 orang dalam 24 jam di negara bagian itu.

Baca juga: Usai Jalani Tes, Donald Trump Dinyatakan Negatif Korona

Covid-19, kata Cuomo saat konferensi pers, sejauh ini telah menyebabkan 3.565 orang di New York meninggal. Keadaan paling menghawatirkan terlihat di Long Island, di timur New York City.

Di Long Island, jumlah kasus virus korona 'seperti penyebaran api,' katanya.

"Kita belum berada di puncak, kita semakin dekat ... Menurut perkiraan kami, kita berada dalam kisaran tujuh hari," kata Cuomo.

"Baru 30 hari sejak kasus pertama kita muncul," katanya. "Rasanya seperti seumur hidup."

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Gilang K. Candra Respaty

Berita Terkait: