Pantau Flash
PKS Putuskan Abstain di Pilkada Solo
Djoko Tjandra Dituntut 2 Tahun Bui Kasus Surat Jalan Palsu
Benny Wenda Siap Temui Jokowi: Dengan Kedudukan Setara Negara dan Negara
Iyut Bing Slamet Ditangkap karena Narkoba
COVID-19 RI 4 Desember: 563.680 Kasus Positif dan 17.479 Meninggal Dunia

Kata OKI, Hubungan Islam dan Perancis Bisa Memburuk dan Berbahaya

Kata OKI, Hubungan Islam dan Perancis Bisa Memburuk dan Berbahaya Presiden Perancis Emmanuel Macron. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menyebut kasus yang dianggapnya merupakan pelecehan agama oleh Charlie Hebdo, lewat penerbitan ulang karikatur Nabi Muhammad, dapat memperkeruh bahkan merusak hubungan umat Islam dengan Perancis.

Pernyataan sejumlah politisi Perancis yang membenarkan penerbitan karikatur nabi, serta menghubungkan aksi teror dengan ajaran Islam, dapat merusak hubungan umat antarberagama.

"Sekretariat Jenderal Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) telah mengikuti aksi penerbitan karikatur satire yang memperlihatkan sosok Nabi Muhammad, (kami, red) takjub mengetahui adanya penilaian yang tidak diharapkan dari sejumlah politisi tertentu di Perancis, mengingat pemikiran demikian dapat mengancam hubungan Muslim dan rakyat Perancis, meningkatkan kebencian antarsesama, dan hanya menjadi komoditas politik kelompok tertentu," kata OKI sebagaimana tertulis dalam pernyataan yang dibuat di Jeddah, Arab Saudi.

Baca juga: Surat Kabar Ini Dapat Ancaman Usai Terbitkan Sketsa Nabi Muhammad

OKI mengingatkan seluruh pihak bahwa aksi pidana yang mengorbankan Paty tidak dapat dihubungkan dengan ajaran Islam. "Kami berusaha mengingatkan tidak ada hubungan antara kejahatan mengerikan ini dari Islam dan nilai-nilai welas asih yang diajarkan. (Kami, red) menilai insiden itu merupakan aksi teror yang dilakukan oleh individu atau kelompok teroris tertentu yang harus dihukum sesuai dengan aturan perundang-undangan," terang OKI.

Organisasi lintas negara itu kembali menegaskan tidak ada kaitannya Islam, Muslim, dengan terorisme.

Charlie Hebdo, tabloid satire mingguan Perancis, bulan lalu kembali menerbitkan karikatur kontroversial Nabi Muhammad. Karikatur itu pun ditunjukkan kepada sejumlah siswa di Perancis oleh Samuel Paty, seorang guru berusia 47 tahun.

Namun setelah kegiatan itu, Paty tewas dibunuh di daerah pemukiman pinggir kota di Paris, Conflans-Sainte-Honorine, pada 16 Oktober 2020. Pelaku pembunuhan merupakan seorang pemuda berusia 18 tahun kelahiran Rusia dan keturunan etnis Chechen, Abdoullakh Abouyedovich Anzorov.

Anzorov, beberapa menit kemudian, juga tewas tertembak oleh polisi di tempat kejadian. "Kami mengecam seluruh tindakan teror yang mengatasnamakan agama, dan Sekretariat Jenderal OKI juga telah mengecam pembunuhan sadis terhadap seorang warga Prancis, Samuel Paty," sebut OKI.

Baca juga: Bertemu Paus Fransiskus di Vatikan, Jusuf Kalla Dititipi Pesan Penting

Namun, OKI berharap insiden tersebut tidak jadi alasan bagi sejumlah pihak untuk membenarkan aksi pelecehan terhadap agama apa pun yang dilakukan atas alasan kebebasan berekspresi.

Tidak lama setelah Paty tewas, gambar karikatur Nabi Muhammad yang diterbitkan Hebdo diproyeksikan ke beberapa gedung pemerintah di Prancis, di antaranya balai kota di Montpellier dan Toulouse selama beberapa jam minggu ini. Aksi itu dilakukan pejabat kota setempat sebagai simbol perlawanan terhadap aksi teror di Prancis.

Menurut OKI, seluruh pihak sebaiknya bersama-sama meninjau kembali kebijakan anti Muslim yang diskriminatif, serta menghindari aksi-aksi provokatif yang dapat melukai perasaan lebih dari satu miliar umat Islam di seluruh dunia.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta