Pantau Flash
Kapolda Sumut Copot Kapolsek Kutalimbaru, Buntut Ulah Anak Buahnya Cabuli Istri Tahanan
Relawan Jokowi Mania Gugat Instruksi Mendagri ke PTUN Jakarta
Sebuah SD Negeri Disegel Warga di Hari Pertama Belajar Tatap Muka, Orang Tua Siswa Kebingungan
Sungguh Perbuatan Biadab! Jemaah Sholat Subuh di Masjid Ditembaki Secara Brutal, 18 Orang Tewas dan 20 Lainnya Luka
Perintah Presiden Soal Harga Tes PCR Rp300 Ribu Harus Dijalankan, Tak Boleh Ada Toleransi!

Milisi Taliban Gempur Afghanistan Sehari Pasca Serangan Bom Bunuh Diri

Milisi Taliban Gempur Afghanistan Sehari Pasca Serangan Bom Bunuh Diri Petugas kepolisian Afghanistan berjaga di sekitar lokasi kejadian bom mobil yang meledak di Kota Kabul, Afghanistan, Rabu (7/8/2019). (Foto: Reuters/Omar Sobhani)

Pantau.com -  Milisi Taliban melancarkan serangan dahsyat di Provinsi Farah,  di bagian barat Afghanistan Jumat (6/9/2019). Peristiwa itu terjadi sehari pasca serangan bunuh diri mematikan di Kabul.

Lonjakan kekerasan terus mengguncang Afghanistan kendati terdapat rancangan perjanjian damai antara Amerika Serikat dan garis keras untuk menarik ribuan pasukan AS dari negara tersebut dengan imbalan berbagai janji keamanan oleh Taliban.

Baca juga: Mampukah Indonesia Jadi Mediator Taliban dan Pemerintah Afghanistan?

Kelompok Taliban membakar pusat perekrutan tentara Afghanistan setelah serangan terkoordinasi diluncurkan semalam dari berbagai titik sekitar Kota Farah, kata Mohibullah Mohib, juru bicara Kepolisian di Farah.

"Petempur Taliban berupaya untuk mengambilalih penjara namun pasukan keamanan berhasil mempertahankannya," tambah Mohib.

Tidak ada laporan langsung mengenai korban jiwa baik dari pasukan Afghanistan maupun kelompok Taliban.

Baca juga: Bom Bunuh Diri Terjadi di Ibu Kota Afghanistan, 63 Orang Tewas

Jalan utama terlihat sepi dan terdengar suara tembakan dari daerah sekitarnya, lapor Shah Mohmoud Naeemi, anggota Dewan Provinsi Farah, yang hampir jatuh ke tangan pemberontak tahun lalu.

Taliban juga mengendalikan sejumlah posisi di daerah sipil, termasuk sekolah, meski pejabat keamanan di Kabul menyebutkan Provinsi Farah masih dalam kendali pemerintah.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: