
Pantau - Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, mengecam pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut pasukan NATO non-AS tidak berada di garis depan selama misi di Afghanistan.
Sekutu AS Tersinggung, Veteran Denmark Siapkan Aksi Protes
Melalui unggahan di akun Instagram-nya pada Sabtu, 24 Januari 2026, Frederiksen menyatakan, "Sangat tidak bisa diterima bahwa presiden AS mempertanyakan upaya para prajurit sekutu di Afghanistan."
Ia menegaskan bahwa Denmark merupakan salah satu negara anggota NATO dengan jumlah korban jiwa tertinggi per kapita dalam operasi militer di Afghanistan.
Pernyataan kontroversial Trump disampaikan sebelumnya dalam wawancara dengan Fox Business pada Kamis, 22 Januari, di mana ia mengatakan, "AS tidak pernah membutuhkan tentara non-AS", dan menambahkan bahwa pasukan sekutu "berada di belakang, agak jauh dari garis depan."
Pernyataan itu memicu kemarahan dari sejumlah sekutu Amerika Serikat.
Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, pada Jumat, 23 Januari, turut mengecam komentar Trump dan menuntut permintaan maaf.
Starmer menyebut pernyataan tersebut sebagai "menghina" dan "menjijikkan."
Di Denmark, media lokal melaporkan bahwa para veteran berencana menggelar pawai protes dari Kastellet di Kopenhagen menuju Kedutaan Besar AS sebagai bentuk penolakan terhadap ucapan Trump.
- Penulis :
- Gerry Eka







