
Pantau - Perdana Menteri Prancis, Sebastien Lecornu, berencana melakukan perombakan kabinet setelah anggaran negara tahun 2026 disetujui secara final, menurut laporan surat kabar Tribune Dimanche yang mengutip sumber dekat sang perdana menteri.
Rombakan Kabinet Bergantung pada Pengesahan Anggaran
Anggaran 2026 diperkirakan akan disahkan pada pertengahan Februari 2026, setelah sebelumnya gagal mendapatkan persetujuan parlemen hingga akhir Desember 2025 akibat perbedaan pandangan antarpartai politik.
Pemerintah Prancis kemudian memilih mengesahkan sebagian anggaran tanpa pemungutan suara, langkah yang memicu kritik tajam dan mosi tidak percaya dari dua partai oposisi besar, yakni La France Insoumise dan National Rally.
Untuk menjaga agar lembaga negara tetap beroperasi, Presiden Emmanuel Macron menandatangani undang-undang khusus pada akhir Desember 2025 sebagai solusi darurat.
Penyesuaian Pemerintahan di Tengah Krisis Politik
Upaya pengesahan penuh anggaran dilanjutkan kembali pada Januari 2026, dan dijadikan prasyarat bagi rencana perombakan kabinet.
Perubahan susunan pemerintahan ini dinilai penting untuk merespons krisis politik yang tengah berlangsung serta memperkuat posisi pemerintah menghadapi tekanan dari oposisi.
Langkah perombakan kabinet disebut sebagai bagian dari strategi PM Lecornu dalam menyesuaikan komposisi pemerintahan dengan tantangan politik terkini di Prancis.
- Penulis :
- Gerry Eka
- Editor :
- Gerry Eka







