Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Italia dan Norwegia Kecam Pernyataan Trump yang Meremehkan Peran Tentara NATO di Afghanistan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Italia dan Norwegia Kecam Pernyataan Trump yang Meremehkan Peran Tentara NATO di Afghanistan
Foto: (Sumber: Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni berbicara pada konferensi pers di Roma, Italia, 9 Januari 2026. ANTARA/Xinhua/Alberto Lingria.)

Pantau - Italia dan Norwegia mengecam pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang meremehkan peran tentara NATO non-AS dalam perang di Afghanistan.

Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menilai pernyataan Trump tidak dapat diterima karena mengabaikan kontribusi negara-negara sekutu NATO.

Trump sebelumnya menyebut tentara NATO non-AS tidak berada di garis depan dan hanya berada agak jauh dari medan pertempuran di Afghanistan.

Meloni menegaskan bahwa pernyataan yang meremehkan kontribusi negara-negara NATO di Afghanistan tidak dapat diterima, terutama jika datang dari negara sekutu.

Meloni mengingatkan bahwa setelah serangan teroris 11 September 2001, NATO mengaktifkan Pasal 5 untuk pertama dan satu-satunya kalinya dalam sejarah sebagai bentuk solidaritas kepada Amerika Serikat.

Italia segera merespons aktivasi Pasal 5 tersebut dengan mengerahkan ribuan personel militer bersama negara-negara sekutunya.

Italia juga mengemban tanggung jawab penuh atas Komando Regional Barat yang merupakan salah satu wilayah operasional terpenting dalam misi internasional di Afghanistan.

Menurut Meloni, Italia telah membayar harga yang tidak terbantahkan selama hampir 20 tahun keterlibatan militernya di Afghanistan.

Sebanyak 53 tentara Italia tewas dan lebih dari 700 personel lainnya terluka dalam operasi tempur, misi keamanan, dan program pelatihan pasukan Afghanistan.

Meloni kembali menegaskan bahwa pernyataan yang meremehkan kontribusi negara-negara NATO di Afghanistan tidak dapat diterima, terlebih jika berasal dari negara sekutu.

Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store juga menyatakan bahwa pernyataan Trump tersebut tidak menghargai pengorbanan yang telah diberikan negara-negara sekutu.

Store menulis bahwa prajurit yang gugur, keluarga yang ditinggalkan, serta mereka yang bertugas di Afghanistan layak diperlakukan dengan jujur dan penuh hormat.

Store menegaskan bahwa pernyataan yang diutarakan presiden Amerika Serikat itu tidak menghargai pengorbanan para prajurit sekutu.

Ia menyatakan memahami bahwa para veteran maupun keluarga mereka bereaksi keras terhadap pernyataan tersebut.

Trump menyampaikan kepada Fox Business bahwa Amerika Serikat tidak pernah membutuhkan tentara non-AS dalam perang di Afghanistan.

Trump juga menyatakan bahwa pasukan non-AS hanya berada di belakang dan agak jauh dari garis depan dalam konflik tersebut.

Penulis :
Aditya Yohan