Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Menlu Inggris Kunjungi Arab Saudi Bahas Keamanan Energi di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Menlu Inggris Kunjungi Arab Saudi Bahas Keamanan Energi di Tengah Ketegangan Timur Tengah
Foto: (Sumber : Arsip foto- Kapal tanker minyak Inggris "Stena Impero" di dekat Selat Hormuz, Iran. ANTARA/Xinhua/HO-ISNA/Morteza Akhoundi/aa..)

Pantau - Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper melakukan kunjungan resmi ke Timur Tengah untuk membahas keberlanjutan pasokan minyak bersama mitra regional di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan.

Dalam kunjungan tersebut, Cooper mengunjungi Arab Saudi untuk menunjukkan dukungan Inggris kepada sekutu regional dalam menghadapi situasi keamanan kawasan.

Kunjungan itu juga bertujuan memastikan keberlanjutan pasokan minyak global di tengah ancaman penutupan Selat Hormuz.

Kementerian Luar Negeri Inggris menyatakan, "Inggris akan terus bekerja sama dengan mitra regional, termasuk Arab Saudi, untuk memprioritaskan keamanan energi, melindungi para pembayar tagihan, dan memastikan masyarakat membayar harga terendah di SPBU".

Tinjau Sistem Pertahanan Udara Inggris

Dalam agenda kunjungan tersebut, Cooper juga dijadwalkan meninjau baterai pertahanan udara milik Inggris yang ditempatkan di Arab Saudi sejak tahun 2022.

Pemerintah Inggris menyebut pertemuan dengan negara-negara mitra di kawasan akan membahas upaya menjaga kelancaran pasokan minyak global.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi dampak serangan yang terjadi di kawasan Selat Hormuz.

Konflik Memanas di Timur Tengah

Sebelumnya pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran.

Serangan tersebut menyebabkan kerusakan serta menimbulkan korban sipil.

Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Amerika Serikat dan Israel awalnya menyatakan serangan tersebut sebagai langkah pencegahan terhadap ancaman program nuklir Iran.

Namun kemudian mereka juga menyatakan tujuan operasi tersebut adalah untuk mendorong perubahan kekuasaan di Iran.

Penulis :
Ahmad Yusuf