Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Pemimpin Houthi Nyatakan Siap Dukung Iran Hadapi Konflik dengan Amerika Serikat dan Israel

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pemimpin Houthi Nyatakan Siap Dukung Iran Hadapi Konflik dengan Amerika Serikat dan Israel
Foto: (Sumber : Arsip foto - Seorang pengunjuk rasa memegang model rudal Houthi selama protes terhadap serangan Israel yang terus berlanjut di Jalur Gaza serta sanksi yang dipimpin AS terhadap kelompok Houthi di Sanaa, Yaman (16/2/2024). ANTARA/Xinhua/Mohammed Mohammed/aa..)

Pantau - Pemimpin kelompok Houthi di Yaman Abdul-Malik al-Houthi menyatakan kelompoknya siap mendukung Iran dalam konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel di kawasan Timur Tengah.

Pernyataan tersebut disampaikan Abdul-Malik al-Houthi pada Kamis 12 Maret 2026.

Ia menegaskan kelompok Houthi siap menghadapi berbagai perkembangan dalam konflik yang sedang berlangsung di kawasan tersebut.

Dalam pidato yang disiarkan melalui televisi Al-Masirah TV, Abdul-Malik al-Houthi menilai serangan terhadap Iran sebagai tindakan agresi dari Amerika Serikat dan Israel.

Ia menyebut serangan tersebut sebagai "perang terhadap Islam dan Muslim".

Abdul-Malik al-Houthi juga memperingatkan bahwa konflik tersebut tidak hanya berdampak pada Iran, tetapi dapat meluas ke seluruh wilayah di kawasan Timur Tengah.

Ia menegaskan bahwa kelompok Houthi berdiri bersama rakyat Iran dan Republik Islam Iran.

Abdul-Malik al-Houthi mengatakan bahwa kelompoknya "siap untuk semua perkembangan dalam pertempuran ini.".

Ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat sejak Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan terhadap Iran.

Serangan tersebut dimulai pada 28 Februari 2026.

Menurut otoritas Iran, serangan tersebut telah menewaskan sekitar 1.300 orang.

Selain itu lebih dari 10.000 orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.

Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan menggunakan drone dan rudal.

Serangan balasan tersebut menargetkan Israel, Irak, serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.

Penulis :
Aditya Yohan