
Pantau - Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla membahas perkembangan konflik di Timur Tengah bersama pengurus Indonesia Council on World Affairs dalam pertemuan yang berlangsung di kediamannya di Jakarta Selatan.
Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah mantan duta besar yang tergabung dalam kepengurusan Indonesia Council on World Affairs.
Diskusi tersebut membahas dinamika geopolitik di Timur Tengah serta peran Indonesia dalam mendorong perdamaian di kawasan tersebut.
Jusuf Kalla menyampaikan keterlibatan Indonesia dalam forum internasional seperti Board of Peace diharapkan dapat berkontribusi terhadap upaya perdamaian global.
Ia mengatakan bahwa "Niat baik tentunya untuk perdamaian. Tapi yang lebih penting adalah praktiknya di lapangan,".
Jusuf Kalla juga menjelaskan konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat memberikan dampak global yang dirasakan oleh banyak negara.
Ia mengatakan bahwa "Akibat masalah Timur Tengah, antara Iran, Israel dan Amerika itu berdampak ke seluruh negara di dunia, bukan hanya Indonesia,".
Menurutnya konflik tersebut dapat memengaruhi perekonomian dunia.
Ia mengatakan bahwa "Efek ke mana-mana, termasuk subsidi, logistik, nilai tukar rupiah, sampai saham,".
Pertemuan tersebut juga dihadiri Ketua Umum Indonesia Council on World Affairs Al Busyra Basnur.
Dalam diskusi tersebut ICWA menyampaikan sejumlah pandangan mengenai dinamika internasional, termasuk perkembangan konflik Timur Tengah dan serangan Israel yang didukung Amerika Serikat terhadap Iran.
ICWA juga menyoroti pentingnya peran diplomasi Indonesia dalam menghadapi konflik tersebut.
Al Busyra Basnur menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk berperan aktif dalam penyelesaian konflik internasional.
Ia mengusulkan penyelenggaraan konferensi tingkat tinggi darurat oleh Gerakan Non-Blok.
Al Busyra Basnur mengatakan bahwa "Indonesia memiliki kemampuan kredibilitas, dan kapasitas untuk menyelenggarakan konferensi internasional yang bermuara pada perdamaian,".
Ia juga menegaskan komunitas internasional masih menaruh harapan besar kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa.
PBB dinilai sebagai lembaga multilateral utama dalam mendorong kemerdekaan dan kedaulatan Palestina.
ICWA juga mendorong pemerintah Indonesia untuk mengkaji kembali keikutsertaan dalam forum Board of Peace.
Forum tersebut dinilai menimbulkan polemik baik di dalam maupun di luar negeri.
Beberapa aspek dalam Board of Peace seperti keanggotaan, iuran, kepemimpinan, serta mekanisme evaluasi masih menimbulkan perdebatan.
Al Busyra Basnur mengatakan bahwa "Setelah melihat perkembangan dan isi dari BoP itu sendiri serta berbagai polemik yang muncul, kami menyarankan pemerintah untuk mengkaji kembali bahkan mempertimbangkan keluar dari BoP,".
Pertemuan tersebut juga menegaskan pentingnya prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dalam merespons dinamika global.
Para pihak berharap Indonesia dapat terus memainkan peran diplomatik dalam menjaga stabilitas dan perdamaian dunia.
- Penulis :
- Aditya Yohan
- Editor :
- Tria Dianti








