Pantau Flash
DKI Jakarta Jadi Penyumbang Terbanyak Pasien Sembuh COVID-19
KKP Tingkatkan Kapasitas Pengawas Deteksi Hasil Pencurian Ikan
Luhut Minta Produsen Farmasi Nasional Percepat Produksi Obat COVID-19
Pemkot Surabaya Sisir Ponpes Antisipasi Penularan COVID-19
15.126 Pasien COVID-19 di Wisma Atlet Sembuh

Wuhan Minta Warganya yang Baru Pulang Liburan Langsung Dikarantina

Wuhan Minta Warganya yang Baru Pulang Liburan Langsung Dikarantina Staf medis berunjuk rasa sebelum mengambil alih rumah sakit sementara yang dibangun dua hari sebelumnya di sebuah pusat pameran di Wuhan di provinsi Hubei China tengah, 5 Februari 2020. (Foto: Barcroft Media via Getty Images)

Pantau.com - Pemerintah Kota Wuhan, China, memerintahkan warganya yang kembali pasca liburan Imlek harus menjalani karantina selama 14 hari. Jika melanggar akan menghadapi risiko hukuman. Hal itu dilakukan dalam upaya terbaru untuk menahan virus korona yang mematikan.

Penduduk diminta "karantina sendiri atau pergi ke tempat yang ditunjuk untuk karantina" setelah kembali ke ibukota China tersebut.

Tindakan itu dilakukan pasca Mesir mengkonfirmasi kasus corona virus pertama di Afrika. Sementara telah lebih dari 1.500 orang meninggal karena virus yang berasal dari kota Wuhan itu.

Baca juga: 14 Hari Observasi Korona di Natuna Selesai, WNI Dilepas Doa Tepung Tawar

Pemberitahuan itu disampaikan sejak kemarin, Jumat 14 Februari 2020 dari kelompok kerja pencegahan virus Beijing, ketika penduduk kembali dari menghabiskan Tahun Baru Imlek di bagian lain China.

Liburan diperpanjang tahun ini untuk membantu mengatasi wabah. Ada lebih dari 20 juta orang tinggal di Beijing.

Komisi kesehatan nasional China melaporkan, per hari ini, ada 143 kematian baru. Sehingga jumlah korban menjadi 1.523. Semua kecuali empat korban terbaru berada di provinsi Hubei. Selanjutnya 2.641 orang baru dikonfirmasi terinfeksi, sehingga total nasional menjadi 66.492.

Di luar China daratan, ada lebih dari 500 kasus di 24 negara, dan tiga kematian: masing-masing di Hong Kong, Filipina dan Jepang.

Baca juga: Virus Korona Tewaskan 6 Staf Kesehatan dan Infeksi 1.700 di China

Misi yang dipimpin Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ke China akan memulai pekerjaan investigasi wabah akhir pekan ini, dengan fokus pada bagaimana virus - secara resmi bernama Covid-19 - menyebar dan tingkat keparahannya, kata direktur Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Tim ini terdiri dari 12 anggota internasional dan 12 rekan mereka dari Tiongkok.

"Perhatian khusus akan diberikan untuk memahami penularan virus, tingkat keparahan penyakit dan dampak dari tindakan tanggapan yang sedang berlangsung," kata Dr Mike Ryan, direktur eksekutif program kedaruratan kesehatan WHO, seperti dilansir dari BBC.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Lilis Varwati

Berita Terkait: