Pantau Flash
Erick Thohir: Pemerintah Berupaya Tingkatkan Produksi Vaksin COVID-19
Biaya Suntik Vaksin COVID-19 Akan Ditanggung Pemerintah
Kemendikbud Terbitkan Kepmen 719/P/2020 Tentang Kurikulum Darurat
Dishub DKI Sebut Ganjil Genap Bisa Berlaku Seharian Tanpa Skema Waktu
Pemerintah Izinkan Sekolah Tatap Muka di Zona Kuning dan Hijau COVID-19

Ditanya Soal Kesehatan Djoko Tjandra, Bicara Kabareskrim Sempat Terhenti

Ditanya Soal Kesehatan Djoko Tjandra, Bicara Kabareskrim Sempat Terhenti Buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra yang ditangkap di Malaysia. (Foto: Antara/Muhamad Adimaja)

Pantau.com - Bareskrim Polri berhasil menangkap buronan kasus pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Tjandra di Malaysia, Kamis (30/7/2020). 

Tim khusus yang dipimpin Kabareskrim Polri Irjen Pol Listyo Sigit Prabowo itu mendarat di landasan VVIP Bandara Halim Perdanakusuma sekitar pukul 22.40 WIB. Usai mendarat, buronan yang divonis 2 tahun langsung digelandang ke Mabes Polri. Ia tampak mengenakan rompi orange dengan tangan diborgol.

Baca juga: Kabareskrim Jabarkan Skenario Penangkapan Djoko Tjandra

Dalam jumpa pers, Sigit menjelaskan jika penangkapan itu bermula dari perintah Presiden Jokowi kepada Kapolri Jenderal Idham Azis. "Situasi di Indonesia, terkait penegak hukum soal kasus Djoko Tjandra, Bapak Presiden memerintahkan Kapolri untuk segera mencari dan menangkap di mana pun Djoko berada dan menuntaskan kasus yang sedang terjadi," ujar Komjen Listyo Sigit Prabowo di Bareskrim Polri, Kamis (30/7/2020).

"Komunikasi intens terus dilakukan dan Alhamdulillah kami mendapatkan kepastian bahwa yang bersangkutan berada di Kuala Lumpur. Kami segera berangkat ke Kuala Lumpur," kata Sigit.

Disela-sela memberikan keterangan pers, bagaimana kondisi kesehatan dari Djoko Tjandra saat penangkapan di Malaysia jadi pertanyaan.

"Bagaimana dengan kondisi kesehatan (Djoko Tjandra) ketika ditangkap? Apakah dalam keadaan sakit? Karena selama ini dia mengaku sakit kalau sidang," tanya awak media.

"Ya, rekan-rekan bisa melihat. Nanti kita akan lakukan pemeriksaan kesehatan kembali," jawab Komjen Sigit, setelah berhenti bicara beberapa detik.

Baca juga: Djoko Tjandra Tiba di Bandara Halim Perdakusuma dengan Tangan Diborgol

Bicara soal kesehatan, bahaya COVID-19 jelas masih menjadi ancaman. Terlebih, Pemerintah Malaysia berencana akan memberlakukan kembali kebijakan lockdown. Kebijakan itu akan dilakukan jika positif COVID-19 per harinya tembus 100 kasus.

“Jika mencapai tiga digit, kami tidak punya pilihan lain selain memperkenalkan kembali MCO (move to enforce recovery). Kita lihat nanti,” kata Menteri Pertahanan Malaysia Ismail Sabri Yaakob, Minggu 16 Juli 2020, yang dikutip dari The Strait Times.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: