Pantau Flash
Pemerintah Optimistis Investasi Listrik Meningkat 39 Miliar Dolar
Erick Thohir Berencana Tutup 5 Anak Usaha Garuda Indonesia
BI Targetkan Pertumbuhan Kredit 2020 di Kisaran 9-11 Persen
11 Pos Lintas Batas Negara Terpadu Akan Rampung di 2020
Gilas Persija 4-1, Persebaya Juara Piala Gubernur Jatim 2020

DKI Jakarta Siap Sambut Pemulangan Warganya yang Dikarantina di Natuna

DKI Jakarta Siap Sambut Pemulangan Warganya yang Dikarantina di Natuna Petugas medis menyemprotkan cairan disinfektan pada WNI yang baru tiba dari Wuhan, China, di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Minggu (2/2/2020), setelah itu mereka dikarantina di Pulau Natuna. ANTARA/HO-Kementerian Luar Negeri

Pantau.com - Sekertaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah mengatakan pemulangan 12 warga DKI dari observasi virus korona (2019-NCoV) di Natuna, sudah terkoordinasi.

"Besok (pemulangan). Persiapan baik-baik saja, sudah koordinasi semuanya. Kami sambut gembira warga kami sudah lepas dari ancaman virus korona," kata Saefullah di Balai Kota Jakarta, Kamis (14/2/2020).

Baca juga: Erick Thohir Tegaskan Pembangunan Akan Jalan Terus, Meski Korona Mewabah

Menurut Saefullah, pemulangan tersebut jangan dijadikan masalah karena para warga yang diobservasi tersebut, tidak terbukti positif terjangkit virus korona.

"Itu kan orang sudah sembuh (negatif), mau aktivitas kembali, kan tidak ada masalah. Warga Jakarta cerdas, jadi ini ajang edukasi juga, saya kira tidak seharusnya jadi terlalu khawatir," kata Saefullah.

Kendati demikian, Saefullah mengatakan pihaknya tidak akan melepaskan pengawasan pada 12 warga Jakarta yang telah diobservasi.

"Nanti untuk pendampingan kita monitor kalo ada 12 orang kita tugaskan satu orang satu petugas agar semua termonitoring," kata Saefullah.

Dikabarkan dari 238 WNI yang diobservasi di Lanud Raden Sadjad, Natuna, ada 12 warga Jakarta di dalamnya. Semuanya akan selesai menjalani observasi pada Sabtu (15/2) besok.

Baca juga: Cegah Virus Korona, Garuda Semprot Pesawat dengan Cairan Khusus

Para WNI itu dievakuasi dari Wuhan, China, yang menjadi pusat virus korona pada Minggu (2/2) lalu. Mereka harus menjalani observasi selama 14 hari sesuai dengan aturan dari protokol World Health Organization (WHO).

Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto awalnya menyebut teknis pemulangan 238 WNI ke daerah masing-masing masih dikoordinasikan.

"Jadi Sabtu ini kalau tanggal 15 itu berarti selesai ya. Tapi kita masih rapat koordinasi kan untuk bagaimana teknik pemulangannya dan sebagainya itu kan perlu dikoordinasi pakai pesawat apa, ke mana mereka punya alamat sendiri-sendiri," kata Terawan di Grand Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (11/2).


Adapun data lengkap provinsi asal 238 WNI yang dievakuasi dari Wuhan:

1. Aceh 12 orang

2. Bali 2 orang

3. Banten 6 orang

4. Bengkulu 2 orang

5. DI Yogyakarta 2 orang

6. DKI Jakarta 12 orang

7. Gorontalo 1 orang

8. Jakarta 1 orang

9. Jambi 5 orang

10. Jawa Barat 13 orang

11. Jawa Tengah 9 orang

12. Jawa Timur 68 orang

13. Kalimantan Barat 4 orang

14. Kalimantan Selatan 7 orang

15. Kalimantan Tengah 4 orang

16. Kalimantan Timur 14 orang

17. Kalimantan Utara 21 orang

18. Kepulauan Riau 2 orang

19. Lampung 1 orang

20. NTB 3 orang

21. Papua 6 orang

22. Papua Barat 8 orang

23. Riau 6 orang

24. Sulawesi Barat 2 orang

25. Sulawesi Selatan 17 orang

26. Sulawesi Tengah 2 orang

27. Sulawesi Tenggara 4 orang

28. Sumatera Barat 1 orang

29. Sumatera Selatan 1 orang

30. Sumatera Utara 2 orang.


Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia
Category
Nasional

Berita Terkait: