Gunung Gede Biang Kerok Gempa Cianjur?

Headline
Warga mengungsi di halaman rumah mengantisipasi adanya gempa susulan di Kampung Cijedil, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin (21/11/2022). Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengonfirmasikan hingga Senin (21/11) pukul 21.30 WIB sebanyak 162 orang meninggal dunia akibat gempa dengan kekuatan 5,6 SR di Kabupaten Cianjur. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/wsj.

Pantau – Gunung Gede, Jawa Barat, masih berstatus level satu serta tak menunjukkan tanda-tanda erupsi. Gunung itu disebut belum terkait dengan gempa Cianjur Magnitudo (M) 5,6.

“Untuk status aktivitas Gunung Gede masih level satu atau normal,” ujar Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM Hendra Gunawan dalam konferensi pers daring di Jakarta, Selasa (22/11/2022).

Hasil survei di lapangan, visual Gunung Gede tak menunjukkan tanda-tanda erupsi.

Menurut dia, berdasarkan sejarahnya, setiap 20 tahun Gunung Gede akan memunculkan tanda-tanda krisis kegempaan, walaupun tidak berlanjut ke level yang lebih tinggi. Misalnya, tanda-tanda krisis kegempaan pada 1950-an.

“Terlepas dari historisnya Gunung Gede ini pernah erupsi, baik terjadi aliran panas maupun aliran lava, tetapi dari beberapa waktu 100 atau 200 tahun terakhir belum ada peningkatan yang nyata,” kata dia.

Atas itu, belum bisa dipastikan bahwa gempa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, disebabkan oleh aktivitas Gunung Gede. Namun, berdasarkan BMKG, sumber gempa ada di antara Cianjur dan Sukabumi atau tepatnya di lereng tenggara Gunung Gede.

“Ini yang tidak berjauhan dengan patahan aktif, tetapi apapun itu kita harus melakukan survei yang nantinya akan menjadi rekomendasi yang akan disampaikan pada daerah dan ditindaklanjuti dalam hal pemindahan daerah-daerah yang aman untuk masyarakat ke depannya,” kata Hendra.

Pihaknya bakal mengidentifikasi daerah yang berisiko gempa dari tinggi hingga rendah, sehingga pemerintah daerah dapat memiliki acuan dalam pengembangan tata ruang untuk pembangunan di wilayahnya.

Dirinya mengimbau semua pihak untuk tidak melupakan jika Indonesia merupakan negara yang memiliki patahan atau peluang munculnya gunung aktif di Sumatera yang lurus sampai ke Jawa, meski tidak dapat diprediksi kapan atau di mana gunung tersebut akan aktif maupun muncul.

“Hanya kita bisa meyakini (munculnya gunung api) dalam jalur itu merupakan jalur patahan,” jelasnya.

“Gunung Gede masih level satu atau normal, sehingga walaupun mungkin ada yang berpendapat ada kaitannya (dengan gempa), tetapi kami lebih berpegang pada data yang ada terekam sampai saat ini. Mungkin bisa berubah, tetapi Gunung Gede masih tetap normal,” imbuh Hendra.

Gunung Gede sendiri masuk area Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Dibanding Gunung Pangrango, Gunung Gede terlihat lebih pendek puncaknya.

[Laporan: Mochammad Rizki]

Baca Juga: Analisis BMKG: Gempa di Cianjur Terulang Setiap 20 Tahun

Tim Pantau
Editor
Firdha Rizki Amalia