Kasus Perdagangan Manusia di Kamboja, Total 129 WNI Berhasil Diselamatkan

Headline
Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI Judha Nugraha berbicara dalam Media Briefing Direktorat Pelindungan WNI Kemlu, Jakarta, Jumat (29-7-2022). ANTARA/Katriana

Pantau – Sebanyak 129 Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban penipuan dan perdagangan manusia telah berhasil diselamatkan dari penyekapan yang dilakukan oleh perusahaan online scammer di Kamboja.

“Ada 129 WNI yang telah dapat kami selamatkan dan saat ini dalam penjagaan dari KBRI. Dari total 129 tersebut, 37 di antaranya baru saja tiba dini hari tadi di KBRI,” ujar Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Judha Nugraha, dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (5/8/2022).

Adapun, prosedur yang harus dilalui oleh mereka yang baru tiba di KBRI yaitu, asesmen dan konseling psikologis, wawancara menggunakan screening form indikasi korban Tindak Pidana Perdaganga Orang (TPPO).

Setelah melakukan prosedur-prosedur tersebut, 129 orang yang bekerja di berbagai perusahaan online scammer di beberbagai daerah tetapi kebanyakan di Sihanoukville itu baru bisa dipulangkan ke Indonesia.

“Pemulangan 129 WNI tersebut akan dilakukan secara bertahap,” jelas Judha.

Diketahui, pada hari ini sebanyak 12 WNI yang merupakan kelompok rentan terutama perempuan dipulangkan ke Tanah Air dan rencananya akan tiba malam ini.

“Pasca-ketibaan Kemlu telah melakukan koordinasi dengan kementerian atau lembaga terkait utamanya untuk rehabilitasi dan reintegrasi korban agar dikerjasamakan dengan Kementerian Sosial. Jadi 12 orang tersebut akan diinapkan sementara waktu di rumah perlindungan,” jelasnya Judha.

Sebelumnya, Ketua DPR RI, Puan Maharani, mengatakan bahwa perekrutan Pekerja Migran Indonesia atau yang dikenal dengan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) merupakan modus baru dalam perdangangan manusia.

Menurutnya, saat ini Indonesia sudah mengalami Darurat Perdagangan Manusia karena banyaknya kejadian buruk yang menimpa TKI di luar negeri.

Berdasarkan hal tersebut, Puan meminta pemerintah untuk menelusuri pola-pola baru perdagangan manusia dengan modus perekrutan TKI agar agar kasus seperti di Kamboja tidak terulang dan dapat dicegah sejak dini.

 

Baca Juga: 12 WNI Korban Perdagangan Manusia di Kamboja Dipulangkan ke Tanah Air

Tim Pantau
Editor
Firdha Rizki Amalia