Pantau Flash
Percepat Ekspor-Impor, Mendag Dorong Ekosistem Logistik Nasional
Mabes Polri Larang Seluruh Kegiatan Keramaian di Tingkat Wilayah
Jaksa Agung Bantah Pernah Komunikasi dengan Djoko Tjandra
PSBB Ketat Jakarta Kembali Diperpanjang 14 Hari
Kasus Positif COVID-19 di RI Capai 262.022, Jumlah Meninggal Dunia 10.105

Larang Warga Jakarta Mudik, Begini Langkah Hukum Anies Baswedan

Larang Warga Jakarta Mudik, Begini Langkah Hukum Anies Baswedan Gubernur DKI Jakarta Anies Basweda dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (26/3/2020). (Foto: ANTARA/YouTube/dkijakarta)

Pantau.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama gugus tugas akan mendiskusikan langkah-langkah hukum terkait upaya pembatasan dan imbauan agar warga Jakarta tidak pulang kampung atau meninggalkan ibukota dalam rangka mencegah penyebaran wabah korona (COVID-19).

"Nanti kita akan bicarakan bersama-sama di gugus tugas terkait langkah-langkah hukum yang bisa kita lakukan, supaya kita bisa mengerjakannya dengan dasar yang kuat," ujar Anies di Jakarta, Kamis (26/3/2020).

Anies mengatakan, terkait pembatasan memang ada kewenangan-kewenangannya, namun pihaknya sudah mengimbau sejak lama agar masyarakat Jakarta tidak pulang kampung atau keluar kota demi mencegah penyebaran wabah COVID-19.

Baca juga: COVID-19 di Jakarta: 48 Orang Meninggal dan 50 Tenaga Medis Positif

"Kalau secara imbauan saya sudah menyampaikan dua pekan yang lalu bahwa jangan pulang kampung, jangan meninggalkan Jakarta demi kebaikan seluruh masyarakat," katanya dalam konferensi pers.

Gubernur DKI Jakarta tersebut meminta kepada masyarakat agar tidak hanya memikirkan kepentingan diri mereka saja, namun juga perlu memikirkan kepentingan masyarakat secara keseluruhan.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga meminta warganya untuk menunda perjalanan mudik tahun ini guna mengendalikan sebaran virus korona. Imbauan itu ditujukan untuk menghindari penularan dan penyebaran COVID-19 tanpa disadari.

Baca juga: Update Korona di Indonesia 26 Maret: 893 Positif, 78 Meninggal, 35 Sembuh

Hal tersebut tertuang dalam seruan Gubernur DKI Jakarta nomor 4 tahun 2020 tentang menjaga jarak aman dalam bermasyarakat (social distancing measure) dalam rangka antisipasi dan pencegahan penularan Corona Virus Disease (COVID-19).

Pemerintah Provinsi Jakarta mengumumkan total pasien positif korona per 26 Maret 2020 berjumlah 495 orang, mencakup 48 orang meninggal dunia dan tenaga medis yang terpapar 50 orang.

Kepala Tim Siaga Covid-19 DKI Jakarta, Catur Laswanto juga menambahkan bahwa jumlah orang dalam pemantauan ODP sampai hari ini mencapai 1.850 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 895 orang.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: