
Pantau - Pengamat transportasi Djoko Setijowarno memprediksi bahwa jumlah pemudik Lebaran 2026 tidak akan mengalami penurunan signifikan, meskipun daya beli masyarakat menurun akibat tekanan ekonomi.
Menurutnya, mudik Lebaran merupakan kebutuhan kultural dan religius yang tidak dapat dinegosiasikan, berbeda dengan mobilitas saat Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang lebih bersifat wisata dan opsional.
Tradisi, THR, dan Motor Jadi Penopang Ramainya Mudik
Djoko menjelaskan bahwa pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) akan tetap menjadi pendorong kuat bagi masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik.
Motivasi utama tetap berasal dari tradisi dan ikatan keluarga, meskipun masyarakat diperkirakan akan melakukan perjalanan dengan perhitungan keuangan yang lebih ketat.
Ia juga mencatat bahwa penggunaan sepeda motor untuk perjalanan jarak jauh biasanya rendah saat Nataru, tetapi akan meningkat drastis saat Lebaran, karena dianggap lebih hemat biaya.
Mobilitas Nataru Lebih Rendah karena Faktor Non-Ekonomi
Pada periode Nataru 2025/2026, mobilitas masyarakat cenderung lebih rendah, bukan karena daya beli, tetapi karena cuaca ekstrem dan kebutuhan pengeluaran sekolah anak.
Hal ini menunjukkan bahwa prioritas masyarakat tetap tertuju pada momentum Lebaran sebagai peristiwa sosial utama dalam budaya Indonesia.
Data Mudik 2025: Pergerakan Besar Tetap Terjadi
Mengacu pada data Kementerian Perhubungan (Kemenhub):
154,6 juta orang melakukan perjalanan dalam dan antarprovinsi selama Lebaran 2025
Terjadi penurunan 4,69% dari Lebaran 2024 (162,2 juta), namun bukan disebabkan oleh daya beli
Selama periode 21 Maret–11 April 2025:
Tercatat 358,2 juta pergerakan masyarakat (berdasarkan data operator seluler)
27,5 juta penumpang angkutan umum, naik 8,5% dari tahun sebelumnya
Djoko menegaskan bahwa mudik Lebaran adalah pergerakan manusia terbesar di Indonesia, dan tekanan ekonomi tidak akan mampu membendung antusiasme masyarakat.
Hingga saat ini, prediksi resmi jumlah pemudik Lebaran 2026 masih dalam proses perhitungan oleh Kemenhub.
- Penulis :
- Gerry Eka







