Pantau Flash
Total Ada 16 Orang Ditangkap Terkait OTT Bupati Banggai Laut
Dokter: Kelelahan pada Penyintas Korona Jadi Gejala Fenomena 'Long COVID'
Bamsoet: Deklarasi Benny Wenda Makar, Pemerintah Harus Tindak Tegas
Rekor Lagi! Kasus COVID-19 di Indonesia Melonjak Naik 8.369 Hari Ini
Lemhannas: Benny Wenda Tidak Punya Kewenangan untuk Deklarasi Papua Barat

Mahfud MD Ungkap Kematian Pendeta Yeremia, Diduga Oknum Aparat Terlibat

Mahfud MD Ungkap Kematian Pendeta Yeremia, Diduga Oknum Aparat Terlibat Menko Polhukam Mahfud MD saat memberikan sambutan pada acara Rakornas Pemuda Muhammadiyah. (Foto: Antara/HO-Humas Kemenko Polhukam)

Pantau.com - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD secara resmi menerima hasil penyelidikan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Intan Jaya yang telah bekerja sejak 1-17 Oktober 2020. 

Berkas laporan itu diserahkan Ketua Tim Lapangan TGPF Intan Jaya, Benny Mamoto, di Gedung Kementerian Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2020). Mengenai terbunuhnya pendeta Yeremia Zanambani pada 19 September 2020, kata Mahfud dalam jumpa pers, info dan data yang didapat tim menunjukkan dugaan keterlibatan oknum aparat.

Baca juga: Tokoh Pemuda Papua: TGPF Pintu Masuk Memulihkan Keadaan Papua

Meski begitu, kata dia, ada dugaan kemungkinan penembakan dilakukan pihak ketiga. Selanjutnya, pemerintah akan menyelesaikam kasus ini sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

"Baik pidana maupun administrasi negara sejauh menyangkut tindak pidana yang berupa kekerasan dan atau pembunuhan. Pemerintah meminta Polri dan Kejaksaan menyelesaikan sesuai hukum berlaku tanpa pandang bulu," katanya sambil meminta Komisi Kepolisian Nasional untuk mengawal prosesnya lebih lanjut.

Fakta-fakta yang dihimpun tim di lapangan juga menunjukkan dugaan keterlibatan kelompok bersenjata dalam peristiwa pembunuhan terhadap dua personel TNI AD, yakni Sersan Satu Sahlan pada 17 September 2020, dan Prajurit Satu Dwi Akbar Utomo pada 19 September 2020. 

Baca juga: Laporan Intan Jaya Rampung, TGPF Bakal Serahkan ke Mahfud MD 21 Oktober

Demikian pula terbunuhnya seorang warga sipil atas nama Badawi pada 17 September 2020. Laporan ini merupakan temuan TGPF yang telah menyelidiki di lapangan selama kurang lebih lima hari. Mereka telah mewawancarai 45 saksi dan juga mendatangi tempat kejadian.

Tim TGPF langsung menuju ke Papua, tepatnya ke Intan Jaya di Distrik Hitadipa, setelah menerima mandat untuk mengungkap kejadian sebenarnya dari peristiwa penembakan yang menewaskan Zanambani, yang kemudian menimbulkan polemik. 

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: