Panda Nababan Ungkap Perang Dingin Mega-SBY karena Lima Pertanyaan Ini

Headline
Politikus senior Panda Nababan. (Foto: Antara)

Pantau – Perang dingin antara Megawati Soekarnoputri dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terjawab sudah lewat sebuah buku yang disebut Politikus senior Panda Nababan.

SBY hanya menatap langit istana saat lima pertanyaan diucapkan. Bang Panda panggilan akrabnya mengungkap lima pertanyaannya kepada SBY atas arahan Megawati. Bang Panda menjadi saksi kunci bahwa SBY tidak satu pun menjawab pertanyaan titipan Mega.

Saat itu geliat politik Partai Demokrat cukup kencang hingga membuat keduanya berselisih.

“Megawati waktu itu meminta lima pertanyaan dia dijawab sebagai syarat mereka berdua bertemu, Mega dan SBY, diutuslah saya ke Istana Merdeka. Menyampaikan lima pertanyaan itu. Lima pertanyaan itu tidak terjawab. Di bukuku ada itu,” katanya dalam acara Adu Perspektif dengan tajuk ‘Pidato Megawati dan Gerilya Parpol Cari Koalisi’ yang diadakan detikcom dan Total Politik, Rabu (22/6/2022).

Pertanyaan pertama Megawati yang disampaikan Panda saat bertemu SBY adalah soal SBY ‘dijadikan orang’. Pertanyaan tersebut tak dijawab SBY menurut Panda Nababan.

“Pertama, apakah benar dia pernah mengucapkan kepada banyak orang ‘Saya ini sebenarnya sudah di comberan, dijadikan orang sama Mega’. Bener nggak omongan itu? Tidak dijawab,” ujarnya.

Pertanyaan lainnya yakni soal SBY apakah akan maju jadi capres/cawapres hingga soal tak ajak ikut rapat. Semua pertanyaan itu tak dijawab SBY dalam pertemuan dengan Panda Nababan.

“Kedua, apakah mau maju menjadi calon presiden atau wakil presiden? Tidak dijawab. Ketiga, ditanya lagi, apakah benar di Menko Polkam dia bikin kegiatan, bikin partai? Tidak dijawab. Jadi empat, kemudian, katanya dia berminat menjadi wakil presiden dari Bu Mega, tidak dijawab juga,” ucap Panda.

“Yang kelima, apakah benar tidak diundang untuk rapat di kabinet? Gitu loh. Sekretaris dia Sudi Silalahi kan mengatakan tidak pernah diundang, apakah benar?” imbuhnya.

Menurut Panda, saat pertemuan itu SBY tak menjawab, namun melihat langit-langit di Istana Merdeka. Tak dijawab SBY, Panda kemudian melaporkan ke Megawati.

“Nah, lima ini, waktu saya sampaikan, dia (SBY) cuma menerawang, melihat langit-langit, gitu loh. Ada satu jam lebih, tidak dijawab saya. Lalu kemudian saya kembali ke Ibu Mega,” sebutnya.

“Jadi itu sebenernya, saya pikir, kalau itu dijawab, itu selesai hubungan mereka,” imbuhnya

Juru bicara Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menilai pertanyaan itu hanya bisa dijawab oleh Megawati dan SBY. Sebab, menurut Herzaky kedua tokoh tersebut tokoh yang dihormati.

“Kalau bagi kami, melihat beliau berdua ini kan tokoh bangsa sebenernya, harus kita hormati dan kita hargai. Kami sebenernya kalau ditanya lima pertanyaan itu atau menjembatani, mungkin yang bisa menjawab hanya beliau berdua sebenernya,” ucap Herzaky.

“Tapi kami yakini, ya beliau ini sama-sama tokoh bangsa, sama-sama punya kontribusi untuk negara ini, kita tempatkan pada tempat yang pas gitu. Saat ini, Pak SBY sendiri sebenernya telah tidak lagi berada di politik, beliau lebih banyak melukis, kemudian membentuk klub bola voli Lavani,” imbuhnya.

Tim Pantau
Editor
Desi Wahyuni
Penulis
Desi Wahyuni