Pantau Flash
Cair H-10! Sri Mulyani Siapkan Rp30,6 Triliun untuk THR PNS
Muhammadiyah Minta Warga Tahan Diri Tak Mudik Lebaran
Eks Ketua Pengadaan Bakamla Didakwa Rugikan Negara Rp63,829 Miliar
KRI Nanggala-402 Hilang Kontak, Menhan Prabowo: Segera Modernisasi Alutsista 3 Matra
Update COVID-19 22 April: Kasus Positif Naik 6.243 dengan Total 1.626.812

Survei: Ormas Hindu dan Kristen 100 Persen Puas dengan Kinerja Jokowi, FPI Tak Puas 66 Persen

Headline
Survei: Ormas Hindu dan Kristen 100 Persen Puas dengan Kinerja Jokowi, FPI Tak Puas 66 Persen Presiden Jokowi. (Foto: Antara)

Pantau.com - Hasil survei yang dilakukan Parameter Politik Indonesia menunjukkan sejumlah organisasi kemasyarakatan (Ormas) puas dengan kinerja pemerintahan Jokowi, seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU).

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno, dalam keterangannya, di Jakarta, Senin (22/2/2021), mengatakan salah satu ormas yang puas dengan kinerja Jokowi adalah Nahdlatul Ulama (NU).

"Ada 70,8 persen warga NU yang puas dengan kinerja Jokowi. Hanya 24,2 persen yang menyatakan tidak puas dengan kinerja Jokowi, sisanya tak menjawab," ucap Adi.

Baca juga: Presiden Jokowi Ancam Copot Pejabat yang Gagal Tangani Karhutla

Ormas dengan tingkat kepuasan tertinggi, kata dia, yakni Parisada Hindu Dharma dan Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) dengan persentase 100 persen. 

Persatuan Gereja Indonesia (PGI) menyatakan puas dengan perolehan angka 92,5 persen. Sisanya tidak puas 5,5 persen, dan 2 persen tak menjawab.

Sedangkan tingkat kepuasan Muhammadiyah 47,7 persen, Organisasi pemuda meliput Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), dan lainnya yang menyatakan puas 30,2 persen.

Sementara itu, kata Adi, Front Pembela Islam (FPI) menyatakan tidak puas dengan perolehan angka 66,6 persen. Sisanya, 33,3 persen masih puas dengan kinerja Jokowi.

Baca juga: Edhy Prabowo Mengaku Villa di Sukabumi yang Disita KPK Bukanlah Miliknya 

Survei dilaksanakan pada 3-8 Februari 2021. Sampel survei menyasar 1.200 responden dengan metode telepolling menggunakan kuesioner.

Survei menggunakan asumsi metode random sampling dengan toleransi kesalahan atau margin of error 2,9 persen. Tingkat kepercayaan survei 95 persen.


Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: