Pantau Flash
Angka Kasus COVID-19 di Kota Bandung Terus Melaju
BPIP: Produk-produk Pendidikan Pancasila Perlu Disinkronkan
Polisi Periksa HRS, Menantu, hingga Biro Hukum FPI Besok
Jokowi Kecam Pembunuhan Sigi: Tindakan Tidak Beradab!
Kasus Positif COVID-19 RI Capai 538.883 di Akhir November

Menpora Ingin Venue PON 2024 Aceh-Sumut Harus Berstandar Internasional

Menpora Ingin Venue PON 2024 Aceh-Sumut Harus Berstandar Internasional Menpora Zainudin Amali. (Foto: Humas Kemenpora)

Pantau.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali meminta seluruh venue Pekan Olahraga Nasional (PON) dapat dibangun sesuai dengan standar internasional dari masing-masing federasi cabang olahraga internasional.

Dalam penyerahan SK penetapan tuan rumah PON 2024 di Kantor Kemenpora, Jakarta, Kamis (19/11/2020), Zainudin mengatakan seluruh fasilitas untuk PON harus betul-betul disiapkan untuk jangka panjang, termasuk ketika ada kejuaraan regional hingga internasional.

“Fasilitas yang disiapkan harus jangka panjang, siap untuk kejuaraan regional dan internasional karena sekarang tuntutannya semua harus standar internasional,” ucap Zainudin.

Baca juga: Peresmian Venue Dilakukan Virtual, PB PON Papua Minta Maaf

Ia bercerita pengalamannya menjadi Ketua Penyelenggara Piala Dunia U-20 2021 (INAFOC), misalnya, dengan menyadari bahwa masih banyak venue yang ternyata belum sesuai dengan standar FIFA.

Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) sekalipun, yang menurutnya sudah bagus dan megah, masih perlu dipoles lagi agar bisa digunakan sebagai lapangan pertandingan Piala Dunia U-20 2021 pada Mei-Juni tahun depan.

Berkaca dari pengalamannya itu, Zainudin meminta kepada Pemerintah Provinsi Aceh dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sebagai tuan rumah bersama PON 2024 untuk menunjuk konsultan perencana serta pengawas yang paham tentang aturan pembangunan sarana dan prasarana bertaraf internasional.

“Mumpung masih awal belum dibangun, tolong bangun sesuai standar internasional. Konsultasi ke KONI dan KOI karena banyak venue kita yang tidak sesuai standar internasional,”

“Bisa jadi yang membangunnya tidak paham tentang itu. Sehingga nanti yang diberi tugas harus paham, konsultan juga harus yang mengerti soal bangunan internasional,” kata Politisi Partai Golkar itu menambahkan.

Baca juga: Minimnya Anggaran Jadi Kendala KONI Provinsi Kirim Atlet ke PON Papua

Apabila seluruh venue maupun fasilitas olahraga telah sesuai standar internasional, dengan demikian Indonesia bisa menyelenggarakan ajang besar lainnya, termasuk berbagai event kejuaraan dunia.

Tak hanya itu, dengan sejumlah venue berstandar internasional yang dimiliki, dengan begitu Indonesia siap menyelenggarakan Olimpiade 2032 seandainya terpilih menjadi tuan rumah pesta olahraga terakbar sejagad itu.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: