Pantau Flash
Alami Pneumonia Akibat Korona, Musisi jazz Ellis Marsalis Meninggal Dunia
WP KPK Tolak Wacana Pembebasan Napi Koruptor Dampak Pandemi Korona
Penanganan COVID-19 di Jakarta Disebut Lebih Baik dari Jabar dan Banten
PSI pada Jokowi: Mudik Harus Dilarang, Kalau Imbauan Saja Tak Akan Efektif
Update COVID-19 3 April: 1.986 Kasus Positif, 134 Sembuh, 181 Meninggal

Jangan Asal Tidur, Posisi Tidur Ini Berbahaya Bagi Ibu Hamil

Jangan Asal Tidur, Posisi Tidur Ini Berbahaya Bagi Ibu Hamil Ilustrasi. (Foto: johnsonsbaby)

Pantau.com - Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Selandia Baru, perempuan yang tidak tidur berbaring ke arah kiri pada malam terakhir kehamilannya menghadapi risiko bayinya lahir dalam keadaan mati yang lebih besar dibandingkan dengan perempuan yang berbaring menyamping ke kiri.

Para peneliti yang melakukan penelitian itu mengatakan para perempuan tidak perlu khawatir karena meningkatnya risiko masih sangat kecil. Peluang bayi lahir mati meningkat 3.93 per 1.000 bagi di antara mereka yang tidak tidur berbaring ke arah kiri, melawan 1.96 per 1.000 untuk mereka yang tidur menyamping ke kiri.

Baca Juga: Ingin Cepat Hamil? Cobalah Rutin Berjemur di Bawah Sinar Matahari Pagi

Para peneliti mengatakan kaitan penting juga ditemukan di antara mereka yang rutin tidur sepanjang hari atau tidur lebih lama daripada rata-rata pada malam hari, dengan risiko bayi lahir dalam keadaan mati.       

Tomasina Stacey dari Departemen Ilmu Kebidanan dan Ginekologi pada Universitas Auckland, menunjukkan bahwa pembatasan aliran darah pada bayi saat ibu berbaring ke arah kanan untuk waktu lama bisa menjelaskan kaitan itu. Penelitian tersebut dipublikasikan dalam "British Medical Journal" (BMJ).      

Tetapi, Stacey mengatakan, penemuan yang didapatkan dari sejumlah kecil perempuan itu perlu dikonfirmasikan lagi kepada penelitian-penelitian yang lebih rinci lafu sebelum rekomendasi kesehatan diberikan.

Baca Juga: Konsumsi Gula Berlebih Saat Hamil, Anaknya Berisiko Alkoholik

"Itu hipotesis baru dan berarti kita harus mulai melihat masalah ini lebih dekat. Ini benar-benar sebuah titik awal untuk penelitian di masa depan," kata Stacey dalam wawancara telepon dengan Reuters.

Tim Pantau
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Kontributor - SIG

Berita Terkait: